Unjuk Rasa di Lampung, Massa Tuntut Ahok Diadili

Reporter

Jumat, 28 Oktober 2016 23:01 WIB

Ribuan umat muslim yang tergabung dalam Gerakan Ahlussunah Waljamaah Malang raya melakukan aksi unjuk rasa tangkap Ahok di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, 21 Oktober 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Bandarlampung - Massa dari berbagai ormas Islam di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diadili, karena dinilai telah menistakan agama.

Berdasarkan pantauan di lokasi aksi di Tugu Adipura, Bandarlampung, Jumat, 28 Oktober 2016, massa yang menggelar aksi sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB menjadi perhatian masyarakat.

Massa yang dari berbagai ormas tersebut dalam pelaksanaannya mengatasnamakan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Lampung, melakukan aksi jalan kaki dari Masjid Taqwa hingga Tugu Adipura.

Mereka pun menuntut pemerintah untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Koordinator Aksi, Imam Asyrofi mengatakan ada lima tuntutan yang disuarakan dan salah satunya adalah keharusan bagi umat Islam mengikuti ajarannya tentang pemimpin seperti tertuang dalam Al Quran Surat Al Maidah: 51.

"Kami GUIB Lampung mendesak kepada penegak hukum dalam hal ini Kapolri dan Jaksa Agung segera mengadili serta menghukum Ahok sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku," kata dia.

Ia mengatakan pemerintah dan masyarakat wajib mencegah setiap penodaan serta penistaan Al Quran, dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.

"Kalau pemerintah mendukung Ahok, maka pemerintah siap melawan umat Islam," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Dakwah Lampung KH Nazir Hasan mengatakan, Ahok sudah bersalah karena telah menistakan agama Islam.

"Ada dua pilihan untuk Ahok yakni diadili oleh pemerintah atau diadili oleh umat Islam," kata dia.

Aksi massa tersebut mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian yang juga mengatur arus lalu lintas.

"Saya kira ada apa karena sempat terjadi antrean kendaraan tidak seperti biasanya. Namun setelah di perjalanan saya bertemu dengan massa yang aksi itu. Kami pun memberikan dukungan," kata Ny Rania, warga Bandarlampung.

ANTARA

Berita terkait

4 Wajah Lama Ini Kembali Muncul dalam Bursa Bakal Calon Gubernur Pilkada 2024

2 hari lalu

4 Wajah Lama Ini Kembali Muncul dalam Bursa Bakal Calon Gubernur Pilkada 2024

Sejumlah nama bakal calon gubernur di Pilkada 2024 sudah mulai bermunculan, termasuk 4 wajah lama ini. Siapa saja mereka?

Baca Selengkapnya

Pakar Sebut Ahok Masih Berminat Maju di Pilkada Jakarta, Apa Alasannya?

3 hari lalu

Pakar Sebut Ahok Masih Berminat Maju di Pilkada Jakarta, Apa Alasannya?

Ahok akan bersaing dengan sejumlah nama populer dalam Pilkada Jakarta 2024.

Baca Selengkapnya

Ahok Masuk Bursa Cagub DKI dari PDIP Selain Risma, Andika Perkasa, dan Basuki Hadimuljono

6 hari lalu

Ahok Masuk Bursa Cagub DKI dari PDIP Selain Risma, Andika Perkasa, dan Basuki Hadimuljono

PDIP mulai menjaring empat nama yang akan menjadi calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta. Lantas, siapa saja bakal cagub DKI Jakarta yang diusung PDIP?

Baca Selengkapnya

Gelombang Protes Kampus Pro-Palestina di Amerika Serikat Direpresi Aparat, Dosen Pun Kena Bogem

6 hari lalu

Gelombang Protes Kampus Pro-Palestina di Amerika Serikat Direpresi Aparat, Dosen Pun Kena Bogem

Polisi Amerika Serikat secara brutal menangkap para mahasiswa dan dosen di sejumlah universitas yang menentang genosida Israel di Gaza

Baca Selengkapnya

Mahasiswa Adukan Universitas Columbia Soal Represi Demo Pro-Palestina

6 hari lalu

Mahasiswa Adukan Universitas Columbia Soal Represi Demo Pro-Palestina

Mahasiswa Universitas Columbia mengajukan pengaduan terhadap universitas di New York itu atas tuduhan diskriminasi dalam protes pro-Palestina

Baca Selengkapnya

Gelombang Protes Dukung Palestina Menyebar di Kampus Bergengsi di AS

7 hari lalu

Gelombang Protes Dukung Palestina Menyebar di Kampus Bergengsi di AS

Mahasiswa di sejumlah kampus bergengsi di Amerika Serikat menggelar protes untuk menyatakan dukungan membela Palestina.

Baca Selengkapnya

Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

8 hari lalu

Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

Kasus yang menjerat Galih Loss menambah daftar panjang kasus penistaan agama di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Google Kembali Melakukan PHK, Ini Alasannya

13 hari lalu

Google Kembali Melakukan PHK, Ini Alasannya

Dalam beberapa bulan terakhir Google telah melakukan PHK sebanyak 3 kali, kali ini berdampak pada 28 karyawan yang melakukan aksi protes.

Baca Selengkapnya

Eks Danjen Kopassus Soenarko hingga Din Syamsuddin Hadiri Demo di MK Jelang Putusan Sengketa Pilpres

13 hari lalu

Eks Danjen Kopassus Soenarko hingga Din Syamsuddin Hadiri Demo di MK Jelang Putusan Sengketa Pilpres

Din Syamsuddin dan eks Danjen Kopassus, Soenarko, turut hadir di unjuk rasa jelang putusan MK soal sengketa Pilpres 2024

Baca Selengkapnya

Polisi Kerahkan 2.713 Personel Jaga Demo Jelang Putusan Gugatan Pilpres di MK

13 hari lalu

Polisi Kerahkan 2.713 Personel Jaga Demo Jelang Putusan Gugatan Pilpres di MK

2.713 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga demonstrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) jelang putusan sengketa Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya