Macet di Tol Brebes, Kalla: Bukan Kesalahan Satu Orang

Reporter

Editor

Elik Susanto

Selasa, 12 Juli 2016 13:40 WIB

Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah terlalu mengandalkan jalan tol selama arus mudik Lebaran. Padahal, kata Kalla, lalu lintas di jalur Pantai Utara, yang biasanya dilanda kemacetan, justru lancar. "Semua orang berpikir sama, mau lewat jalan tol," ucap Wakil Presiden di Jakarta, Selasa, 12 Juli 2016.

Menurut Kalla, jumlah mobil setiap tahun terus bertambah. Walhasil, kemacetan di ruas jalan tol tak terhindarkan. Kalla menyesalkan kemacetan parah yang terjadi menjelang pintu tol Brebes Timur, yang dikenal dengan sebutan “Brexit” (Brebes Exit) itu. Kalla meminta maaf kepada masyarakat bila layanan mudik belum berjalan maksimal.

SIMAK: Macet di 'Brexit', Jonan: Hanya Orang Tolol yang Suruh Saya Mundur!

Nantinya, menurut Kalla, arus mudik akan selalu menemui hambatan selama ketersediaan infrastruktur tidak mengimbangi permintaan moda transportasi yang lebih besar. Karena itu, dalam rapat koordinasi sebelum mudik Lebaran, ada banyak opsi mencegah terjadinya kemacetan.


SIMAK:Saling Tuding Brebes Exit, Data Kemenhub Dipertanyakan

Di antaranya muncul gagasan mempercepat waktu liburan, membebaskan biaya jalan tol, penjualan karcis tol di minimarket, dan penerapan pelat nomor ganjil-genap. Namun, dari sejumlah opsi tersebut, optimalisasi penggunaan jalan tol menjadi pilihan.

"Semua orang terlalu yakin jalan tol bisa bantu. Ternyata semua berpikir sama. Terjadilah musibah ini," tuturnya.

SIMAK: Kisah Mudik Ridwan Kamil yang Terjebak 'Macet Gila' 9 Jam

Kalla menyebutkan semua pihak bertanggung jawab atas kemacetan yang terjadi selama arus mudik. Kalla tidak mau kesalahan dan tanggung jawab hanya ada di satu kementerian. "Tidak bisa disalahkan satu orang saja," katanya.

Nantinya, Kalla menyatakan, rekayasa lalu lintas harus dimaksimalkan. Penerapan pelat nomor ganjil-genap bisa saja diterapkan pada mudik Lebaran tahun depan. Kalla memperkirakan saat ini masyarakat yang sudah mampu membeli mobil akan mengandalkan jalan tol. Menurut dia, bertambahnya ruas jalan tol ikut mendorong animo masyarakat memiliki mobil.

SIMAK:Cegah Horor 'Brexit' Berulang, PU Kebut Pembangunan Dua Jalan Tol

Kemacetan di Jalan Tol Brebes Timur terjadi dari H-5 hingga hari-H Lebaran. Antrean kendaraan mencapai 33 kilometer. Selama belasan jam mobil yang berjajar tidak bergerak di sepanjang jalan tol. Tidak ada tempat istirahat. Belasan orang meninggal dalam tragedi kemacetan itu. Sebagian dari mereka meninggal karena kelelahan dan kepanasan.

ADITYA BUDIMAN

Berita terkait

Jusuf Kalla Sebut Akar Konflik di Papua karena Salah Paham

7 hari lalu

Jusuf Kalla Sebut Akar Konflik di Papua karena Salah Paham

Menurut Jusuf Kalla, pandangan masyarakat Papua seakan-akan Indonesia merampok Papua, mengambil kekayaan alamnya.

Baca Selengkapnya

Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

8 hari lalu

Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

Pendeta Gilbert Lumoindong dilaporkan ke polisi atas ceramahnya yang dianggap menghina sejumlah ibadah umat Islam.

Baca Selengkapnya

Digagas JK pada 2016, Ini Beda Rencana Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Indonesia-Cina

10 hari lalu

Digagas JK pada 2016, Ini Beda Rencana Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Indonesia-Cina

Presiden Jokowi mendiskusikan rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan Menlu Cina, pernah akan dibangun pada 2018.

Baca Selengkapnya

Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

11 hari lalu

Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

"Saya tidak ada niat, saya mencintai umat Muslim. Saya minta maaf," kata Gilbert Lumoindong

Baca Selengkapnya

Jusuf Kalla Gelar Open House, Ada Anies Baswedan Hingga Figur Koalisi Perubahan yang Gantian Bertandang

22 hari lalu

Jusuf Kalla Gelar Open House, Ada Anies Baswedan Hingga Figur Koalisi Perubahan yang Gantian Bertandang

Open house yang diadakan oleh JK dihadiri oleh Anies Baswedan, Hamdan Zoelva, hingga Tom Lembong selaku perwakilan koalisi perubahan.

Baca Selengkapnya

Rekonsiliasi Nasional, Jusuf Kalla Minta Hormati Proses di MK

22 hari lalu

Rekonsiliasi Nasional, Jusuf Kalla Minta Hormati Proses di MK

Jusuf Kalla menilai positif kunjungan Roeslan Roeslani ke rumah Megawati Soekarnoputri. Soal rekonsiliasi nasional, ia menilai ada banyak waktu lain.

Baca Selengkapnya

Anies Baswedan Silaturahmi ke Rumah Jusuf Kalla: Banyak Foto-Foto

22 hari lalu

Anies Baswedan Silaturahmi ke Rumah Jusuf Kalla: Banyak Foto-Foto

Anies Baswedan bersamuh dengan Jusuf Kalla pada hari pertama Lebaran. Mengaku tak bicara soal politik.

Baca Selengkapnya

Usai Salat Id di Masjid Al Azhar, JK Terima Kunjungan Tokoh di Rumahnya Besok

22 hari lalu

Usai Salat Id di Masjid Al Azhar, JK Terima Kunjungan Tokoh di Rumahnya Besok

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) akan merayakan hari raya Idul Fitri 1445 H atau 2024 M di Jakarta. Rencananya, JK juga akan menerima kunjungan para kolega di kediaman pribadinya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.

Baca Selengkapnya

Lebaran, Anies Baswedan Gelar Open House di Rumahnya hingga Sowan ke JK

23 hari lalu

Lebaran, Anies Baswedan Gelar Open House di Rumahnya hingga Sowan ke JK

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, bakal merayakan lebaran tahun ini di Jakarta. Rencananya, Anies akan salat id di masjid dekat rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh partai politik pengusungnya dan para politikus senior.

Baca Selengkapnya

Arti 9 Pilar di Gedung MK, Begini Sejarah Pembangunannya 17 Tahun Lalu

40 hari lalu

Arti 9 Pilar di Gedung MK, Begini Sejarah Pembangunannya 17 Tahun Lalu

Di depan Gedung MK terdapat 9 pilar besar, apa artinya? Ini riwayat pembangunannya di Jalan Merdeka Barat, Jakarta.

Baca Selengkapnya