Diduga Bunuh Diri, Polisi Tewas Tertembak  

Reporter

Editor

Jumat, 4 Februari 2011 15:50 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar - Asisten Inspektur Dua (Aipda) Syahrul Rizal, 38 tahun, tewas mengenaskan dengan luka tembak di bagian dada kanan hingga masuk ke paru-paru sebelah kiri. Diduga anggota unit Reserse dan Kriminal Polisi Sektor Kota Tamalate ini tewas bunuh diri, dengan menggunakan pistolnya.

Peristiwa ini terjadi di rumahnya Jalan Karunrung Raya 1 RT 1 RW 1, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Jumat (4/2) dinihari, sekitar pukul 03.30 Wita.

Istri korban, Normawati, 30 tahun menuturkan, suaminya baru saja pulang dari dinas. Setiba di rumah, Syahrul, meminta makan karena lapar. Tapi nasi yang dimakannya itu tidak dihabiskannya, setelah itu ia masuk ke dalam kamar. “Suami saya juga pesan untuk disediakan baju putih dan sepatu putih untuk dipakainya besok,” kata Norma.

Hanya hitungan menit, ia melihat suaminya sudah bersimbah darah di dalam kamar. Di kamar itu, Viky, 11 tahun, dan Kiky, 7 tahun, dua anaknya juga ada di kamar. "Tidak ada tanda-tanda kalau dia nekat bunuh diri. Dia juga meminta minyak pengkilap logam. Lalu saya masuk kamar mandi. Kemudian terdengar suara letusan senjata," kata Norma.

Mengetahui kejadian itu, Norma minta tolong pada tetangganya, dan saat itu juga korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, tapi nyawanya tidak tertolong lagi. Diduga, korban tewas kehabisan darah saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Ketua RT 1 Kelurahan Karunrung, Mahmud, mengatakan, korban dikenal sebagai orang pendiam dan jarang bergaul. Hari-harinya disubukkan dengan tugas sebagai polisi dan mengurus ayam peliharaannya. "Orangnya baik kok. Sabar sekali. Tidak ada masalah dengan keluarganya," kata Maghmud.

Korban bersama keluarganya tinggal di rumah berukuran 10 x 12 meter persegi. Kini rumah tersebut dipasangi police line.

Kepala Polisi Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Nur Samsu mengatakan, pihaknya masih menyelidiki tewasnya Sahrul. "Barang bukti berupa pistol dan jejak darah pada baju korban kami sudah sita untuk dijadikan barang bukti. Luka tembak yang mengenai korban tidak menempel tapi ada jaraknya,” jelasnya.

Dokter Polisi Bhayangkara Ajun Komisaris Mauluddin menduga, korban tewas karena bunuh diri. Peluru yang di gunakan berukuran 18 x 9 mil. "Setelah diperiksa visum, korban diduga bunuh diri," ucapnya.

ARDIANSYAH RAZAK BAKRI

Berita terkait

Jumlah Kematian Akibat Senjata Api di Amerika Serikat Capai Rekor Tertinggi

2 hari lalu

Jumlah Kematian Akibat Senjata Api di Amerika Serikat Capai Rekor Tertinggi

Amerika Serikat tengah menjadi sorotan pasca-penembakan terbaru di Buffalo dan legalisasi senjata api di Tennessee. Bagaimana fakta-faktanya?

Baca Selengkapnya

Banyak Veteran Perang AS yang Bunuh Diri, Pemicu Terbesar Masalah Keluarga

3 hari lalu

Banyak Veteran Perang AS yang Bunuh Diri, Pemicu Terbesar Masalah Keluarga

Pemicu depresi dan bunuh diri veteran perang AS beragam, di antaranya lama hidup jauh dari rumah, pasangan, dan anak -- situasi yang membuat stres.

Baca Selengkapnya

Soal Kematian Brigadir RAT, Kompolnas Ungkap Sejumlah Kejanggalan

6 hari lalu

Soal Kematian Brigadir RAT, Kompolnas Ungkap Sejumlah Kejanggalan

Kompolnas menilai masih ada sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir RAT.

Baca Selengkapnya

Keluarga Akui Tak Tahu Detail Masalah Pribadi yang Diduga Sebabkan Brigadir RA Tewas

7 hari lalu

Keluarga Akui Tak Tahu Detail Masalah Pribadi yang Diduga Sebabkan Brigadir RA Tewas

Keluarga Brigadir RA masih menunggu hasil pemeriksaan ponsel oleh penyidik Polres Jakarta Selatan

Baca Selengkapnya

Penyidikan Kematian Brigadir RA Disetop, Ini Kata Kapolri

8 hari lalu

Penyidikan Kematian Brigadir RA Disetop, Ini Kata Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons perihal penghentian penyidikan kasus kematian Brigadir Ridhal Ali Tomi atau Brigadir RA

Baca Selengkapnya

Cerita Sepupu saat Memandikan Jenazah Brigadir RA

8 hari lalu

Cerita Sepupu saat Memandikan Jenazah Brigadir RA

Sepupu Brigadir Ridhal Ali Tomi (Brigadir RA), Rudi Dagong, bercerita saat dia memeriksa jenazah hingga memandikannya

Baca Selengkapnya

Keluarga Bilang Jenazah Brigadir RA Tak Diautopsi Atas Permintaan Istri dan Orang Tua

8 hari lalu

Keluarga Bilang Jenazah Brigadir RA Tak Diautopsi Atas Permintaan Istri dan Orang Tua

Jenazah Brigadir RA dijemput tiga perwakilan keluarga dan komandannya di Polresta Manado.

Baca Selengkapnya

Kapolri Pertimbangkan Lanjutkan Pemeriksaan Kematian Brigadir RA, meski Polres Jaksel Resmi Sebut Bunuh Diri

8 hari lalu

Kapolri Pertimbangkan Lanjutkan Pemeriksaan Kematian Brigadir RA, meski Polres Jaksel Resmi Sebut Bunuh Diri

Kapolri menyatakan polisi masih terus mendalami motif Brigadir RA nekat menghabisi nyawanya dalam mobil Alphard hitam di sebuah rumah di Mampang.

Baca Selengkapnya

Pengusaha Indra Pratama Bantah Brigadir RA sebagai Ajudan dan Sopir, Datang ke Rumah untuk Silaturahmi

9 hari lalu

Pengusaha Indra Pratama Bantah Brigadir RA sebagai Ajudan dan Sopir, Datang ke Rumah untuk Silaturahmi

Keterangan Indra Pratama sebagai pemilik rumah lokasi tewasnya Brigadir RA berbeda dengan keterangan Polda Sulut. Ridhal disebut sebagai ajudan.

Baca Selengkapnya

Polda Sulut Mengonfirmasi Brigadir RA Jadi Ajudan dan Sopir Pengusaha di Jakarta Sejak 2021

9 hari lalu

Polda Sulut Mengonfirmasi Brigadir RA Jadi Ajudan dan Sopir Pengusaha di Jakarta Sejak 2021

Brigadir RA yang disebut tewas bunuh diri dalam mobil Alphard selama ini jadi ajudan pengusaha sejak 2021. Tanpa izin dari pimpinan.

Baca Selengkapnya