Jadi Tidaknya Demo Buruh pada 30 April Tergantung Sikap Jokowi

Kamis, 23 April 2020 14:37 WIB

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (dua dari kanan) dalam konferensi pers merespon Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Minggu, 16 Februari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai aksi unjuk rasa buruh pada 30 April 2020 bisa batal. Syaratnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengabulkan keinginan para buruh seperti yang ia sampaikan kemarin saat dipanggil ke Istana Merdeka, Jakarta

"Kami menunggu pernyataan sikap Presiden dalam waktu dekat," kata Said saat dihubungi Tempo, Kamis, 24 April 2020.

Said hakulyakin Jokowi akan memenuhi tuntutan para buruh dan mempertimbangkan kepentingan semua pihak dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja.

Said menjelaskan dalam pertemuan dengan Jokowi kemarin, ia dan pimpinan organisasi buruh lainnya meminta agar pembahasan RUU Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan, ditunda hingga pandemik Covid-19 berakhir. Ia meminta Jokowi membangun komunikasi politik dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

Menurut Said, Jokowi sepakat dengan hal itu. "Presiden setuju, tapi perlu komunikasi politik. Dalam waktu dekat dia akan sampaikan pernyataan sikap itu," tuturnya.

Ketimbang melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja, Said meminta Panitia Kerja DPR membantu pemerintah menangani penyebaran Covid-19. Selain itu, ia meminta DPR membantu mencari cara mengatasi maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bila pandemik corona sudah selesai dan masalah PHK teratasi, kata Said, silakan melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja. Namun ia meminta pasal-pasal di klaster ketenagakerjaan di-reset. "Buat draf baru yang pembahasannya dimulai dari nol. Di-reset. Libatkan buruh, pengusaha, dan pemerintah," tuturnya.

Berita terkait

Presidential Club Bentukan Prabowo Bisa Buka Peluang Jokowi Cawe-cawe di Pemerintahan Mendatang?

6 jam lalu

Presidential Club Bentukan Prabowo Bisa Buka Peluang Jokowi Cawe-cawe di Pemerintahan Mendatang?

Adapun rencana membentuk Presidential Club diungkap oleh juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Baca Selengkapnya

Respons DPR atas Rencana Prabowo Bentuk Presidential Club

6 jam lalu

Respons DPR atas Rencana Prabowo Bentuk Presidential Club

Anggota DPR Saleh Partaonan Daulay menilai perlu usaha dan kesungguhan dari Prabowo untuk menciptakan presidential club.

Baca Selengkapnya

Terkini Bisnis: Pemilik Sepatu Bata hingga Jokowi Minta Timbal Balik Ekonomi

7 jam lalu

Terkini Bisnis: Pemilik Sepatu Bata hingga Jokowi Minta Timbal Balik Ekonomi

Siapa pemilik merek sepatu Bata yang pabriknya tutup di Purwakarta?

Baca Selengkapnya

Habiburokhman Sebut Ide Prabowo Bikin Presidential Club Sudah Sejak 2014

7 jam lalu

Habiburokhman Sebut Ide Prabowo Bikin Presidential Club Sudah Sejak 2014

Prabowo disebut memiliki keinginan untuk secara rutin bertemu dengan para presiden sebelum dia.

Baca Selengkapnya

Jokowi Beri Dua Catatan di Rapat Evaluasi Mudik Lebaran 2024

7 jam lalu

Jokowi Beri Dua Catatan di Rapat Evaluasi Mudik Lebaran 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan 242 juta masyarakat melakukan perjalanan mudik lebaran tahun ini.

Baca Selengkapnya

Dahnil Anzar Yakin Prabowo Bisa Cairkan Komunikasi Jokowi-Megawati-SBY

7 jam lalu

Dahnil Anzar Yakin Prabowo Bisa Cairkan Komunikasi Jokowi-Megawati-SBY

Dahnil menilai Prabowo punya kemampuan untuk menghubungkan mereka.

Baca Selengkapnya

Jokowi dan Gibran Kompak Bilang Begini soal Wacana Presidential Club Usulan Prabowo

8 jam lalu

Jokowi dan Gibran Kompak Bilang Begini soal Wacana Presidential Club Usulan Prabowo

Wacana presidential club yang sebelumnya disampaikan Juru Bicara Prabowo mendapat respond dari Jokowi dan Gibran.

Baca Selengkapnya

Fakta Miris Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis, Menkes: Jadi Masalah Hampir 80 tahun

8 jam lalu

Fakta Miris Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis, Menkes: Jadi Masalah Hampir 80 tahun

Jokowi menyebut pemerintah baru mampu mencetak 2.700 dokter spesialis per tahun. Sementara pemerintah membutuhkan 29 ribu dokter spesialis.

Baca Selengkapnya

Jokowi: Harus Ada Timbal Balik Ekonomi dari Program Pemerintah

11 jam lalu

Jokowi: Harus Ada Timbal Balik Ekonomi dari Program Pemerintah

Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 sesuai dengan program pembangunan yang telah direncanakan

Baca Selengkapnya

Jokowi Curhat Alat Kesehatan di Daerah Tersedia, tapi Minim Dokter Spesialis

11 jam lalu

Jokowi Curhat Alat Kesehatan di Daerah Tersedia, tapi Minim Dokter Spesialis

Presiden Jokowi menyayangkan daerah kepulauan maupun daerah terpencil dia tak menemukan tenaga dokter spesialis.

Baca Selengkapnya