Pengamat: Pernyataan Jokowi soal Kekuatan Koalisi Bersayap Makna

Minggu, 28 Juli 2019 16:15 WIB

Presiden RI terpilih 2019-2024 Joko Widodo bersama Anggota TKN saat menghadiri acara silaturahmi dan pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi dibubarkan yang merupakan penanda bahwa TKN telah selesai melaksanakan tugasnya untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta-Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai presiden terpilih Joko Widodo terjebak di antara dua pendapat dalam koalisinya, menyusul dua pertemuan penting di Jalan Teuku Umar dan Gondangdia. Teuku Umar merujuk pada pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sedangkan pertemuan Gondangdia merujuk pada forum empat ketua umum, yakni Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat.

"Jokowi terjebak pada satu dilema yang cukup serius antara mazhab Gondangdia dan Teuku Umar, karena dua mazhab ini punya sikap berbeda dalam menyikapi orang ketiga, yaitu Gerindra," kata Adi ketika dihubungi, Ahad, 28 Juli 2019.

Analisa Adi dikemukakan menanggapi pernyataan Jokowi seusai acara pembubaran Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin pada Jumat lalu. Saat ditanya wartawan, Jokowi mengatakan bahwa bertambah atau tidaknya koalisi belum dibicarakan dengan para petinggi partai pengusungnya.

Menurut Jokowi, koalisi pemerintah sudah cukup kuat. "Kalau tanya kekuatan, sudah cukup," kata Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.

Adi menyebut pernyataan Jokowi itu bersayap. Menurut dia, mantan Gubernur DKI Jakarta itu cenderung berhati-hati dalam melontarkan pernyataan politik. Adi menganggap Jokowi saat ini masih berada di tengah sembari mencermati perkembangan perbedaan pendapat antara Teuku Umar dan Gondangdia.

Di satu sisi Jokowi mengatakan bahwa koalisi pemerintah sudah kuat dan menguasai parlemen. "Tapi belum dibicarakan tentang koalisi selanjutnya. Jadi bersayap maknanya," kata Adi.

Dalam pertemuan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, Gondangdia, pada Senin, 22 Juli lalu, empat ketua umum partai koalisi Jokowi kompak menyatakan tak ingin ada pelebaran koalisi. Berselang dua hari, Megawati menggelar pertemuan dengan Prabowo di rumahnya di Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Seusai pertemuan, Megawati memberi sinyal membuka pintu kepada pasangannya di pemilihan presiden 2009 itu. Presiden kelima itu juga mempersilakan Prabowo berbicara langsung dengan Jokowi, sembari mengimbuhkan bahwa dia siap menemani atau menjadi penyampai pesan.

Berita terkait

Presiden Jokowi Dorong Hilirisasi untuk Stabilkan Harga Jagung

46 menit lalu

Presiden Jokowi Dorong Hilirisasi untuk Stabilkan Harga Jagung

Harga Jagung di tingkat petani anjlok saat panen raya. Presiden Jokowi mendorong hilirisasi untuk menstabilkan harga.

Baca Selengkapnya

Diperpanjang hingga 2061, Ini Kronologi Kontrak Freeport di Indonesia

10 jam lalu

Diperpanjang hingga 2061, Ini Kronologi Kontrak Freeport di Indonesia

Pemerintah memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia hingga 2061 setelah kontrak mereka berakhir pada 2041 dengan kompensasi penambahan saham 61%

Baca Selengkapnya

Gibran Sebut Siapkan Roadmap Soal Partai Politiknya ke Depan

10 jam lalu

Gibran Sebut Siapkan Roadmap Soal Partai Politiknya ke Depan

Gibran mengaku telah memiliki roadmap untuk partai politik yang dipilihnya setelah tak bergabung lagi dengan PDIP.

Baca Selengkapnya

Apple dan Microsoft Bilang ke Jokowi Mau Investasi di Indonesia, Ahli ICT Beri Catatan Ini

13 jam lalu

Apple dan Microsoft Bilang ke Jokowi Mau Investasi di Indonesia, Ahli ICT Beri Catatan Ini

Ahli ini menyatakan tak anti investasi asing, termasuk yang dijanjikan datang dari Apple dan Microsoft.

Baca Selengkapnya

Kontrak Freeport Diperpanjang hingga 2061, Bahlil: Kita Kembalikan Milik Orang Indonesia

14 jam lalu

Kontrak Freeport Diperpanjang hingga 2061, Bahlil: Kita Kembalikan Milik Orang Indonesia

Pemerintah bakal memperpanjang kontrak PT Freeport hingga 2061. Menteri Bahlil Lahadalia klaim Freeport sudah jadi perusahaan milik Indonesia.

Baca Selengkapnya

Panen Jagung di Sumbawa, Presiden Tekankan Pentingnya Jaga Keseimbangan Harga

14 jam lalu

Panen Jagung di Sumbawa, Presiden Tekankan Pentingnya Jaga Keseimbangan Harga

Presiden Joko Widodo, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga baik ditingkat petani, pedagang maupun peternak

Baca Selengkapnya

Hardiknas 2024: Jokowi dan Nadiem Makarim Sampaikan Pesan Ini

15 jam lalu

Hardiknas 2024: Jokowi dan Nadiem Makarim Sampaikan Pesan Ini

Apa pesan Presiden Jokowi dan Mendikburistek Nadiem Makarim dalam peringatan Hardiknas 2024?

Baca Selengkapnya

Harga Jagung Anjlok karena Panen Raya, Jokowi: Kurang Baik untuk Petani

15 jam lalu

Harga Jagung Anjlok karena Panen Raya, Jokowi: Kurang Baik untuk Petani

Jokowi mengatakan panen raya jagung terjadi mulai dari Sumbawa Barat, Dompu, hingga Gorontalo.

Baca Selengkapnya

Terkini Bisnis: Jokowi Resmikan Bendungan Tiuk Suntuk di NTB, Respons BTN Atas Dugaan Raibnya Uang Nasabah

15 jam lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Resmikan Bendungan Tiuk Suntuk di NTB, Respons BTN Atas Dugaan Raibnya Uang Nasabah

Presiden Joko Widodo alias Jokowi meresmikan Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Selengkapnya

Kaesang Sebut Ayahnya Bakal Bantu Kampanye di Pilkada, Jokowi: Itu Urusan PSI Lah

15 jam lalu

Kaesang Sebut Ayahnya Bakal Bantu Kampanye di Pilkada, Jokowi: Itu Urusan PSI Lah

Presiden Joko Widodo alias Jokowi buka suara soal dirinya yang disebut akan membantu Partai Solidarits Indonesia (PSI) kampanye untuk Pilkada.

Baca Selengkapnya