Ditanya Soal Menteri, NasDem: Tentu dari Parpol Koalisi Jokowi

Reporter

Fikri Arigi

Sabtu, 27 Juli 2019 08:42 WIB

Presiden RI terpilih 2019-2024 Joko Widodo bersama Anggota TKN saat menghadiri acara silaturahmi dan pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi dibubarkan yang merupakan penanda bahwa TKN telah selesai melaksanakan tugasnya untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (NasDem) Johnny G. Plate, menyebut para sekretaris jenderal di Koalisi Indonesia Kerja paham betul kebutuhan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menteri yang profesional, baik yang berlatar belakang partai politik, maupun non-parpol. Untuk profesional dengan latar belakang parpol, menurut Plate, posisi itu sudah pasti akan diisi oleh kader partai anggota koalisi.

"Harapan Pak Joko Widodo kami memahami betul, Pak Joko Widodo ingin kabinet yang diisi oleh tokoh-tokoh profesional, baik yang berasal dari parpol maupun dari non-parpol. Parpol di sini tentu koalisi KIK ya sudah jelas," kata Johnny seusai pertemuan sekjen koalisi KIK, di Mandarin Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat malam, 26 Juli 2019.

Johnny mengatakan nama-nama dari parpol koalisi akan dapat memenuhi harapan Jokowi untuk memiliki kabinet yang efisien dan efektif. Hal itu juga akan memenuhi harapan masyarakat, yakni kabinet yang produktif dalam melaksanakan pemerintahan yang baik.

Koalisi KIK, menurut Johnny, solid, sehat, dan kuat. Ia mengklaim semua pimpinan parpol dan para sekjen dalam frekuensi yang sama dalam arah politik, dan dalam kebijakan. Seluruh partai pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin kata dia, akan mengawal pemerintahan Jokowi hingga akhir. "Koalisi ini solid, sehat, dan kuat. Apa lagi yang mau ditawarkan?" ujar Johnny.

Adapun kerja sama dengan parpol non-koalisi, menurut dia, akan dibuka lebar di parlemen, bukan di tingkat menteri. "Kerja sama politik non-kabinet akan dibuka dengan luas karena menjadi kewajiban seluruh parpol di parlemen untuk mengawal kebijakan yang baik untuk pembangunan negara," ucap dia.

Advertising
Advertising

Jumat malam, selepas pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, para sekjen partai politik dalam Koalisi Indonesia Kerja langsung mengadakan pertemuan. Seluruh sekjen dari sepuluh partai anggota koalisi hadir lengkap, plus Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir.

Berita terkait

Terkini: Jokowi Dorong Penghiliran Industri Jagung, Uni Eropa Jajaki Peluang Investasi IKN

28 menit lalu

Terkini: Jokowi Dorong Penghiliran Industri Jagung, Uni Eropa Jajaki Peluang Investasi IKN

Terkini: Presiden Jokowi dorong penghiliran industri jagung, Uni Eropa jajaki peluang investasi di IKN.

Baca Selengkapnya

Presiden Jokowi Beri Semangat Timnas Indonesia U-23 untuk Kejar Tiket Olimpiade Paris 2024 Usai Dikalahkan Irak

1 jam lalu

Presiden Jokowi Beri Semangat Timnas Indonesia U-23 untuk Kejar Tiket Olimpiade Paris 2024 Usai Dikalahkan Irak

Setelah kalah melawan Irak, timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Guinea di laga playoff untuk mengejar tiket berlaga di Olimpiade Paris 2024.

Baca Selengkapnya

Presiden Jokowi: Pencapaian Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024 Layak Diapresiasi

1 jam lalu

Presiden Jokowi: Pencapaian Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024 Layak Diapresiasi

Presiden Jokowi menilai pencapaian Timnas U-23 Indonesia yang mencapai semifinal di Piala Asia U-23 2024 layak diapresiasi.

Baca Selengkapnya

Bahlil Janji Percepat Investasi untuk Swasembada Gula dan Bioetanol

2 jam lalu

Bahlil Janji Percepat Investasi untuk Swasembada Gula dan Bioetanol

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan akan mempercepat investasi untuk percepatan swasembada gula dan bioetanol.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Pria Sobek Tas Hermes di Depan Petugas Bea Cukai, BTN Didemo karena Uang Nasabah Hilang

5 jam lalu

Terpopuler: Pria Sobek Tas Hermes di Depan Petugas Bea Cukai, BTN Didemo karena Uang Nasabah Hilang

Terpopuler bisnis: Pria menyobek tas Hermes di depan petugas Bea Cukai karena karena diminta bayar Rp 26 juta, BTN didemo nasabah.

Baca Selengkapnya

Presiden Jokowi Dorong Hilirisasi untuk Stabilkan Harga Jagung

7 jam lalu

Presiden Jokowi Dorong Hilirisasi untuk Stabilkan Harga Jagung

Harga Jagung di tingkat petani anjlok saat panen raya. Presiden Jokowi mendorong hilirisasi untuk menstabilkan harga.

Baca Selengkapnya

Tak Hadiri Pembubaran Timnas Amin, Surya Paloh Mengaku Tidak Tahu

16 jam lalu

Tak Hadiri Pembubaran Timnas Amin, Surya Paloh Mengaku Tidak Tahu

Surya Paloh tidak tampak dalam acara yang digelar di kediaman Anies di Lebak Bulus itu.

Baca Selengkapnya

Diperpanjang hingga 2061, Ini Kronologi Kontrak Freeport di Indonesia

17 jam lalu

Diperpanjang hingga 2061, Ini Kronologi Kontrak Freeport di Indonesia

Pemerintah memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia hingga 2061 setelah kontrak mereka berakhir pada 2041 dengan kompensasi penambahan saham 61%

Baca Selengkapnya

Gibran Sebut Siapkan Roadmap Soal Partai Politiknya ke Depan

17 jam lalu

Gibran Sebut Siapkan Roadmap Soal Partai Politiknya ke Depan

Gibran mengaku telah memiliki roadmap untuk partai politik yang dipilihnya setelah tak bergabung lagi dengan PDIP.

Baca Selengkapnya

KPK Sita Kantor NasDem di Sumatera Utara dalam Kasus Korupsi Bupati Labuhanbatu

18 jam lalu

KPK Sita Kantor NasDem di Sumatera Utara dalam Kasus Korupsi Bupati Labuhanbatu

KPK menyita kantor Partai NasDem di Labuhanbatu, Sumatera Utara, dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Erik Atrada Ritonga.

Baca Selengkapnya