Survei LSI Denny JA: PDIP Menang Pemilu, Gerindra Posisi Kedua

Rabu, 12 September 2018 14:32 WIB
Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara Rakornas PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam siginya memprediksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bakal menjadi pemenang di Pemilihan Umum 2019. Sementara itu, Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra mengisi posisi kedua.

Baca: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf 52,2 Persen

Peneliti LSI Denny JA, Aji Al Farabi, mengatakan hasil ini menunjukkan PDIP bakal mencatat sejarah menjadi partai pertama era reformasi yang menjadi juara pemilu dua kali berturut-turut setelah memenangkan pemilu 2014. "Ibarat sepakbola, PDIP berpeluang menjadi Real Madrid yang menjadi juara Liga Champion berturut-turut," kata Aji di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

Survei dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 lewat wawancara tatap muka dengan instrumen kuesioner. Metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error lebih kurang 2,9 persen.

Berdasarkan hasil survei itu, PDIP bercokol di urutan pertama dengan elektabilitas mencapai 24,8 persen. Adapun Gerindra duduk di posisi kedua dengan elektabilitas 13,1 persen.

Berikut prediksi lengkap perolehan suara partai di Pemilu 2019 berdasarkan survei LSI Denny JA:

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 24,8 persen
2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 13,1 persen
3. Partai Golkar 11,3 persen
4. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,7 persen
5. Partai Demokrat 5,2 persen
6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,9 persen
7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,2 persen
8. Partai Nasional Demokrat (NasDem) 2,2 persen
9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 1,7 persen
10. Partai Amanat Nasional (PAN) 1,4 persen
11. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 0,6 persen
12. Partai Bulan Bintang (PBB) 0,2 persen
13. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,2 persen
14. Partai Berkarya 0,1 persen
15. Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) 0,1 persen
16. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,1 persen
17. Undecided voter 25,2 persen

Simak juga: Jokowi - Ma'ruf Amin: Politik Identitas VS Isu Ekonomi

Sementara itu, Aji mengatakan jika prediksi sigi yang memenangkan PDIP ini tepat maka untuk pertama kalinya dalam pemilihan umum pasca orde baru, Golkar terdepak dari posisi dua besar. "Golkar terancam tak masuk dua besar untuk pertama kalinya dalam pemilu," kata dia.

Baca Juga