Akil Mochtar Ditangkap, SBY: Terima Kasih KPK  

Kamis, 03 Oktober 2013 | 13:31 WIB

Akil Mochtar Ditangkap, SBY: Terima Kasih KPK  
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Rabu malam tadi. "Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada KPK," kata SBY di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2013.

SBY menyatakan selalu mengajak KPK dan lembaga penegak hukum lainnya untuk terus gigih mencegah dan memberantas korupsi. "Saya pribadi mendukung penuh, pemerintah mendukung penuh, dan saya yakin rakyat Indonesia juga mendukung penuh," ujarnya. 

Menurut dia, hanya dengan upaya seperti itu Indonesia bisa makin bersih ke depannya dan keadilan bisa semakin tegak. "Sehingga kami bisa berbuat lebih banyak lagi untuk rakyat yang sama-sama kita cintai," ucap SBY.

Sebelumnya penyidik KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan pada Rabu malam. Kelimanya adalah Akil Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golkar Chairunnisa, Bupati Gunung Mas Kalimantan Tengah Hambit Bintih, seorang pengusaha bernama Dhani, dan satu orang lainnya berinisial CN.

Juru bicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan penangkapan ini terkait sengketa pemilihan kepala daerah Gunung Mas. Menurut dia, barang bukti yang disita uang dalam bentuk dolar Singapura senilai Rp 2-3 miliar.

PRIHANDOKO




Topik Terhangat
Ketua MK Ditangkap | Amerika ShutdownPembunuhan Holly Angela Edsus Lekra | Info Haji






Berita Terpopuler
KPK Tangkap Akil Mochtar dan Politikus Golkar 
KPK Tangkap Ketua MK Akil Mochtar? 
Suami Holly Angela Auditor Utama BPK 
Ini Obamacare yang Buat Pemerintah AS Shutdown
Begini Sengketa Pemilu Gunung Mas etua MK Ditangkap, KPK Sita Rp 3 Miliar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan