Begini Penjelasan Ilmiah Bocah 12 Tahun yang 'Bertelur' 4 Kali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akmal (12), bocah asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa memegang benda menyerupai telur yang keluar dari duburnya, 8 Juni 2015. Akmal terhitung sudah empat kali bertelur dalam dua pekan terakhir. Istimewa

    Akmal (12), bocah asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa memegang benda menyerupai telur yang keluar dari duburnya, 8 Juni 2015. Akmal terhitung sudah empat kali bertelur dalam dua pekan terakhir. Istimewa

    TEMPO.CO, Gowa - Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf, dokter Adriana Galla, menduga benda yang menyerupai telur di dalam perut bocah berusia 12 tahun asal Gowa, Akmal, adalah akibat pengapuran di dalam tubuh (kalsifikasi). Kalsifikasi ini membentuk cangkang bulat menyerupai telur.

    Namun, uniknya, benda ini tersimpan dengan aman di bagian panggul sebelah kiri, bukan di usus atau anus Akmal. "Tapi ini sudah bisa disebut tidak normal," kata Adriana kepada Tempo, Senin, 8 Juni 2015.

    Adriana berencana mengkonsultasikan hal ini ke dokter ahli bedah di Makassar. Sebab RSUD Syekh Yusuf belum mampu melakukan penindakan lebih lanjut terhadap Akmal. "Kami hanya bisa menangani rasa nyerinya," kata Adriana.

    Akmal, 12 tahun, asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, membuat heboh warga di kampungnya. Bocah yang baru tamat dari bangku sekolah dasar itu mengeluarkan benda mirip telur dari lubang duburnya.

    Peristiwa unik itu terjadi pada Minggu, 7 Juni 2015, sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu Akmal sedang berada di rumah. Akmal mengeluarkan telur dibantu dukun beranak setelah sebelumnya mengerang kesakitan di bagian duburnya.

    "Karena khawatir terjadi sesuatu, akhirnya kami langsung bawa ke rumah sakit," kata ayah Akmal, Ruslim, 48 tahun, di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf, Senin, 8 Juni 2015.

    Ruslim mengatakan peristiwa aneh yang dialami anaknya itu bukan yang pertama. Menurut Ruslim, anaknya sudah "bertelur" empat kali dalam dua pekan terakhir.

    AWANG DARMAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.