Begini Kisah Penyelam Mencari Korban Kapal Rafelia 2  

Reporter

Senin, 7 Maret 2016 20:23 WIB

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, Letnan Kolonel Laut Wahyu Endriawan disela pencarian jenazah korban Rafelia 2. TEMPO/David Priyasidharta.

TEMPO.CO, Jakarta - Imam Baidowi terduduk kecapaian di pinggiran pantai, Sabtu siang akhir pekan kemarin, 5 Maret 2016. Sejumlah rekan lainnya juga duduk menyelonjorkan kaki di bawah Pohon Waru, tepatnya di areal belakang Hotel Banyuwangi, Ketapang.

Seorang koordinator tim penyelam anggota SAR gabungan berdiri di dekat sejumlah penyelam yang sedang berkumpul itu. Sejumlah penyelam ini adalah para penyelam alam dari Banyuwangi yang juga ikut terlibat dalam pencarian korban KMP Rafelia 2 yang karam sehari sebelumnya, Jumat siang, 4 Maret 2016. Pada hari Jumat naas itu, 5 orang dikabarkan hilang dan 76 orang berhasil menyelamatkan diri. (Baca: Ahli Waris Korban Tewas Rafelia 2 Dapat Santunan Rp 100 juta)

Pada penyelaman pencarian Sabtu akhir pekan kemarin itu, 4 korban tewas ditemukan di dalam kapal dan langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan. Imam mengatakan saat melakukan penyelaman, kapal sudah dalam posisi terbalik atau tengkurap, membujur ke Utara Selatan di kedalamam sekitar 30 meter. Para penyelam menyusuri setiap bagian kapal.

"Kami masuk ke dalam truk di dalam kapal yang tenggelam itu," katanya. Kondisi kapal masih utuh dan tidak bergeser. Penyelaman juga dilakukan ke dalam anjungan. Namun pada Sabtu itu, tidak semua bagian kapal bisa dimasuki. "Belum semua, terlalu gelap dan sempit," kata Imam, warga Ketapang, Banyuwangi ini. Selain itu, keterbatasan oksigen serta situasi gelap di dalam kapal membuat gerak menjadi terbatas. (Baca: Tragis, Ibu dan Bayi Korban Kapal Rafelia 2 Tewas Berpelukan)

Sebenarnya arus tenang saat itu. Namun, situasi di dalam kapal sangat gelap. "Kami sempat bawa senter, sebagian dalam kapal bisa dilihat," katanya. Mobil masih berada di dalam dek kapal dengan posisi mengapung miring. Sementara itu, koordinator SAR Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, Yusuf Widodo mengatakan dalam penyelaman Sabtu, 5 Maret 2016, ditemukan ibu dan bayi yang berada di dalam kamar mandi.

Kondisi kapal tengkurap dengan posisi agak miring ke Utara-Selatan atau Barat-Timur. "Untungnya arus pada saat pergantian arus Utara-Selatan," katanya. Arus yang tenang itu sangat mendukung penyelaman pencarian.

Adapun korban KMP Rafelia 2 di perairan Selat Bali yang sudah ditemukanadalah mualim kapal, Puji Purwono; sopir truk, Agus Tia; ibu beserta anaknya, yakni Masruroh dan M. Romlan (18 bulan); serta I Gusti Made Suana yang tidak masuk daftar manifes KMP Rafelia. Adapun jenazah nakhoda kapal Bambang S.A. belum ditemukan. (Baca: KNKT Mulai Menginvestigasi Penyebab Karamnya Rafelia 2)

DAVID PRIYASIDHARTA

Berita terkait

Kapal Angkut Rombongan Pernikahan Terbalik di Nigeria, 50 Tewas

14 Juni 2023

Kapal Angkut Rombongan Pernikahan Terbalik di Nigeria, 50 Tewas

Sedikitnya 50 orang tenggelam dan beberapa lainnya hilang setelah sebuah kapal yang kelebihan muatan terbalik di Nigeria.

Baca Selengkapnya

Soal Tenggelamnya Kapal Nelayan China yang Bawa 17 WNI, Pemerintah China Perintahkan Hal Ini

18 Mei 2023

Soal Tenggelamnya Kapal Nelayan China yang Bawa 17 WNI, Pemerintah China Perintahkan Hal Ini

Pemerintah China perintahkan jajarannya untuk kerahkan upaya maksimal dalam penyelamatan korban kapal tenggelam, termasuk 17 WNI.

Baca Selengkapnya

17 WNI Jadi Korban Kecelakaan Kapal China, Presiden Xi Perintahkan Pencarian Maksimal

18 Mei 2023

17 WNI Jadi Korban Kecelakaan Kapal China, Presiden Xi Perintahkan Pencarian Maksimal

Presiden Xi Jinping memerintahkan upaya habis-habisan dalam penyelamatan awak kapal, termasuk 17 WNI, yang hilang setelah Lupeng Yuanyu 028 terbalik

Baca Selengkapnya

Kapal Speedboat Evelyn Calisca Terbalik di Riau, Jumlah Korban Bertambah jadi 12 Orang

28 April 2023

Kapal Speedboat Evelyn Calisca Terbalik di Riau, Jumlah Korban Bertambah jadi 12 Orang

Jumlah korban kecelakaan speedboat (kapal cepat) Evelyn Calisca 01 rute Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir bertambah jadi 12 orang.! I

Baca Selengkapnya

Italia Gelar Operasi Penyelamatan 1.200 Migran yang Hanyut di Laut

11 April 2023

Italia Gelar Operasi Penyelamatan 1.200 Migran yang Hanyut di Laut

Penjaga pantai Italia melakukan operasi untuk menyelamatkan dua kapal yang membawa total 1.200 orang.

Baca Selengkapnya

Kecelakaan Kapal Migran, Paus Fransiskus: Hentikan Perdagangan Manusia

6 Maret 2023

Kecelakaan Kapal Migran, Paus Fransiskus: Hentikan Perdagangan Manusia

Paus Fransiskus menyerukan pihak-pihak berwenang untuk menghentikan perdagangan manusia yang beroperasi di Mediterania setelah karamnya kapal migran.

Baca Selengkapnya

Cari Suaka, Mantan Atlet Hoki Pakistan Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Italia

3 Maret 2023

Cari Suaka, Mantan Atlet Hoki Pakistan Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Italia

Mencari masa depan putra difabelnya, mantan atlet hoki Pakistan, Shahida Raza, ikut kapal penyelundup manusia dan hidupnya berakhir di pantai Italia.

Baca Selengkapnya

Meloni Minta Uni Eropa Bantu Hentikan Penyelundupan Orang

2 Maret 2023

Meloni Minta Uni Eropa Bantu Hentikan Penyelundupan Orang

PM Giorgia Meloni menyerukan Uni Eropa berbuat lebih banyak untuk menghentikan imigran ilegal.

Baca Selengkapnya

Saat Thomas Andrews Desainer Titanic Memilih Tenggelam Bersama Kapal Buatannya

10 Februari 2023

Saat Thomas Andrews Desainer Titanic Memilih Tenggelam Bersama Kapal Buatannya

Saat Titanic ditelan lautan, Andrews tak berusaha menyelamatkan diri. Ia dilaporkan terakhir terlihat di ruang merokok kelas satu.

Baca Selengkapnya

Basarnas Sebut 21 Penumpang KM Ladang Pertiwi yang Hilang Masih Dicari

29 Mei 2022

Basarnas Sebut 21 Penumpang KM Ladang Pertiwi yang Hilang Masih Dicari

Basarnas mencatat 21 orang selamat dari musibah kecelakaan kapal laut KM Ladang Pertiwi 2 di perairan Pangkep. Terakhir, 4 orang dikabarkan ditemukan.

Baca Selengkapnya