Bayar Utang, Alasan Pekerja Seks Bawah Umur di Saritem

Reporter

Kamis, 21 Mei 2015 13:41 WIB

Ilustrasi Pekerja Seks Komersia (PSK). starsexwork.org

TEMPO.CO, Bandung - Pekerja seks berusia 17 tahun di Saritem, Bandung, mengaku terjun ke dunia hitam lantaran desakan ekonomi. Wanita yang hanya mengenyam bangku sekolah hingga kelas 2 sekolah menengah pertama tersebut mengatakan keluarganya sangat membutuhkan biaya untuk membayar utang.

"Bapak saya tukang bangunan. Itu pun kadang enggak kerja. Saya bantu orang tua buat bayar utang," ujarnya, Rabu, 20 Mei 2015.

Dia menuturkan pekerjaan yang sedang lakoni ini diketahui orang tuanya. Menurut pengakuannya, dia baru empat bulan bekerja di Saritem. "Mau gimana lagi, kita butuh uang," ucapnya.

Saat ditanya apakah ada keinginan untuk melepaskan pekerjaan tersebut dan melanjutkan sekolah, dia mengaku sangat ingin melanjutkan sekolah dan mendapatkan pekerjaan yang laik. Dia pun berharap pemerintah dapat membantunya.

"Pengin sekolah lagi, tapi nanti kalau utang-utang keluarga sudah lunas," tuturnya. Setiap bulan, dia mendapatkan penghasilan sebesar Rp 25 juta dari hasil menjajakan diri.

Penggerebekan di Saritem dilakukan pada Rabu malam, 20 Mei 2015. Ratusan polisi menyisir lokalisasi prostitusi terbesar di Kota Bandung tersebut secara menyeluruh.

Ratusan pekerja seks yang tersebar di sejumlah rumah di perut gang Saritem kaget bukan kepalang. Sebanyak 169 pekerja seks, 14 muncikari, dan 32 lelaki hidung belang digelandang ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung untuk dilakukan pendataan.

IQBAL T. LAZUARDI S.



VIDEO TERKAIT: Cerita Risma tentang Penutupan Lokalisasi Dolly



Advertising
Advertising

Berita terkait

Lokalisasi di Pantura Tegal Akhirnya Ditutup Permanen

20 Mei 2017

Lokalisasi di Pantura Tegal Akhirnya Ditutup Permanen

Lokalisasi yang berada Jalur Pantura Kabupaten Tegal yakni Peleman, Wandan, dan Gang Sempit akhirnya resmi ditutup permanen, Jumat 19 Mei 2017.

Baca Selengkapnya

Ubah Lokalisasi Jadi RTH, Wali Kota Kediri: Hapus Citra Buruk

19 Mei 2017

Ubah Lokalisasi Jadi RTH, Wali Kota Kediri: Hapus Citra Buruk

Pemerintah Kota Kediri akan menjadikan kawasan bekas lokalisasi itu menjadi ruang terbuka hijau yang dilengkapi fasilitas bermain anak-anak.

Baca Selengkapnya

Kisah Mas Abu Tutup Lokalisasi Semampir (2), Sudah Bulat  

4 Maret 2017

Kisah Mas Abu Tutup Lokalisasi Semampir (2), Sudah Bulat  

Sudah bulat keputusan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menutup lokalisasi Semampir, sebelumnya ia minta pendapat pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.

Baca Selengkapnya

Mas Abu Tutup Lokalisasi Semampir (1), Sulit Dipisahkan  

4 Maret 2017

Mas Abu Tutup Lokalisasi Semampir (1), Sulit Dipisahkan  

Ini kisah Wali Kota Kediri menutup lokalisasi Semampir yang telah beroperasi puluhan tahun.

Baca Selengkapnya

Lokalisasi Karang Joang Dibongkar, PSK Masih Beraktivitas  

23 Februari 2017

Lokalisasi Karang Joang Dibongkar, PSK Masih Beraktivitas  

Pemerintah Kota Balikpapan mendapat laporan bahwa PSK di lokalisasi prostitusi Karang Joang kembali beraktivitas meski puluhan bangunan dirobohkan dua pekan lalu.

Baca Selengkapnya

Balikpapan Tolak Tuntutan PSK Lokalisasi yang Digusur  

17 Februari 2017

Balikpapan Tolak Tuntutan PSK Lokalisasi yang Digusur  

Pemerintah Kota Balikpapan menolak tuntutan pekerja seks komersial di lokalisasi prostitusi Karang Joang yang mengharapkan dana pemulangan ke daerah masing-masing.

Baca Selengkapnya

Polisi Sita Bambu Runcing dan Molotov di Lokalisasi Semampir

10 Desember 2016

Polisi Sita Bambu Runcing dan Molotov di Lokalisasi Semampir

Penduduk akan mengajukan gugatan class action untuk melawan kebijakan pemerintah.

Baca Selengkapnya

Lokalisasi Semampir Digusur, Massa Siapkan Bambu Runcing

10 Desember 2016

Lokalisasi Semampir Digusur, Massa Siapkan Bambu Runcing

Lokalisasi Semampir Kediri mencekam. Ratusan warga mempersenjatai diri dengan bambu runcing.

Baca Selengkapnya

Eks Lokalisasi di Kediri Mau Digusur, Penghuni Unjuk Rasa

5 Desember 2016

Eks Lokalisasi di Kediri Mau Digusur, Penghuni Unjuk Rasa

Pemerintah Kota Kediri memberi tenggat waktu hingga 10 Desember 2016 untuk mengosongkannya.

Baca Selengkapnya

Akan Digusur, Penghuni Eks Lokalisasi di Kediri Unjuk Rasa

21 November 2016

Akan Digusur, Penghuni Eks Lokalisasi di Kediri Unjuk Rasa

Terdapat sedikitnya 227 bangunan yang dihuni 261 kepala keluarga atau 680 jiwa di kawasan eks-lokalisasi Semampir.

Baca Selengkapnya