Warga Terbangkan Balon Udara di Makam Desa  

Reporter

Editor

Raihul Fadjri

Senin, 28 Juli 2014 18:34 WIB

Sejumlah anak Dusun Jetis, Kelurahan Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulonprogo, asyik bermain merim bambu di persawahan pinggir desa, sambil menunggu waktu berbuka puasa (18/8). TEMPO/Heru CN

TEMPO.CO, Yogyakarta - Masyarakat Dusun Paingan, Desa Sedangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki tradisi unik pada hari Lebaran. Mereka selalu menerbangkan balon raksasa ke langit, seusai menjalankan salat Idul Fitri. Balon raksasa itu terbuat dari lembaran plastik transparan yang direkatkan dengan cara dipanasi api lilin sehingga membentuk sebuah balon udara.

Pelepasan balon udara dilakukan di halaman makam Dusun Paingan, seusai salat Idul Fitri, Senin pagi, 28 Juli 2014. Begitu warga telah berkumpul, sekelompok pemuda segera mengusung balon udara. Sebagian lagi menyiapkan api dari segumpal kain goni bekas yang sudah dicelup dengan minyak tanah. Asap dan udara panas dari kain goni yang terbakar itu ditampung dalam balon setinggi 10 meter dengan garis tengah 4 meter. Balon yang mulanya kempis, lambat-laun menggelembung oleh udara panas dari pembakaran kain goni bekas yang sudah dicelup minyak tanah. Begitu balon siap mengudara, sesepuh dusun setempat, Amat Sujangi, memimpin doa sekaligus melepas balon udara, diiringi-diiringi sorak-sorai warganya.

Balon udara dari bahan plastik transparan warna hijau dengan “buntut” dari kertas krep warna jingga dan biru itu segera melesat ke udara, melewati pucuk-pucuk pohon kelapa. “Menerbangkan balon seusai salat Id ini sudah menjadi tradisi warga Dusun Paingan sejak tahun 1998. Maknanya adalah melepas segala kesalahan, saling memaafkan kesalahan antar-warga,” kata Maryadi, Kepala Dusun Paingan, seusai melepas balon udara.

Ekspresi saling memaafkan itu diperkuat dengan saling jabat tangan antar-warga. Satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul Fitri diikuti permintaan maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat. Seusai saling jabat tangan, warga dusun kemudian masuk ke makam, berdoa di pusara sesepuh dusun setempat. Sebagian besar warga juga berdoa di pusara keluarga yang dimakamkan di tempat itu.

Menurut Maryadi, tradisi melepas balon udara ini juga dimaksudkan untuk merekatkan dua jemaah masjid di dusun tersebut, yakni jemaah Masjid Arrahman dan Al Furqon. “Dulu, kami hanya melakukan ziarah kubur bersama setelah salat Id. Kemudian muncul ide untuk membuat balon udara, untuk menyemarakkan acara ziarah kubur,” katanya. Maryadi menjelaskan kebiasaan ini terinspirasi dari masyarakat di Wonosobo dan Magelang, Jawa Tengah, yang juga melakukan hal serupa sebelumnya. “Pelepasan balon udara ini juga untuk menarik minat anak-anak dan kaum muda di sini,” katanya.

Supriyadi, pemuda Dusun Paingan, menjelaskan balon udara itu dikerjakan oleh para pemuda dusun setempat selama tiga hari. Pembuatan balon udara ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 300 ribu hasil patungan dari warga dusun. “Kesulitannya adalah membuat pola dan kemudian menyatukan potongan-potongan plastik agar membentuk balon udara yang baik,” ujar Supriyadi. Dulu pernah gagal. Balon udara hanya naik setinggi pohon kelapa dan kemudian jatuh lagi ke tanah. “Itu jadi pengalaman berharga sehingga dalam beberapa tahun terakhir ini tidak pernah gagal lagi,” katanya.

HERU C.N.

Berita terkait

Cerita dari Kampung Arab Kini

11 hari lalu

Cerita dari Kampung Arab Kini

Kampung Arab di Pekojan, Jakarta Pusat, makin redup. Warga keturunan Arab di sana pindah ke wilayah lain, terutama ke Condet, Jakarta Timur.

Baca Selengkapnya

Beban Puncak saat Lebaran 2024 Naik 3,53 Persen, PLN Klaim Sukses Sediakan Pasokan Listrik Andal

11 hari lalu

Beban Puncak saat Lebaran 2024 Naik 3,53 Persen, PLN Klaim Sukses Sediakan Pasokan Listrik Andal

PT PLN (Persero) mengklaim sukses menyediakan pasokan listrik andal selama periode siaga Ramadan dan Idul Fitri 1445.

Baca Selengkapnya

Cara SANTAI Jaga Kesehatan setelah Lebaran Menurut Dokter

11 hari lalu

Cara SANTAI Jaga Kesehatan setelah Lebaran Menurut Dokter

Dokter penyakit dalam menyebut masyarakat perlu memelihara kesehatan usai Lebaran melalui cara paling mudah, yaitu SANTAI. Cek maksudnya.

Baca Selengkapnya

Obral Remisi Idul Fitri untuk Narapidana Korupsi

13 hari lalu

Obral Remisi Idul Fitri untuk Narapidana Korupsi

Ratusan narapidana korupsi mendapat remisi Idul Fitri termasuk Setya Novanto dan Djoko Susilo.

Baca Selengkapnya

Asal-usul Tradisi Lomban Setiap Bulan Syawal di Jepara

14 hari lalu

Asal-usul Tradisi Lomban Setiap Bulan Syawal di Jepara

Tradisi Lomban setiap bulan Syawal di jepara telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Pasca Lebaran 2024 Tak Ada Salahnya Cek Kesehatan

14 hari lalu

Pasca Lebaran 2024 Tak Ada Salahnya Cek Kesehatan

Kenaikan berat badan seringkali diikuti dengan kenaikan kolesterol karena pola konsumsi yang berlebihan saat berlibur panjang dan menu Lebaran 2024.

Baca Selengkapnya

Ketua PBNU Berharap Polemik tentang Gelar Habib Dihentikan

14 hari lalu

Ketua PBNU Berharap Polemik tentang Gelar Habib Dihentikan

Ketua PBNU Kiai Haji Ahmad Fahrur Rozi meminta polemik soal gelar habib dihentikan. Sudah mengarah jadi politisasi SARA.

Baca Selengkapnya

Begini Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Open House Sultan Hamengku Buwono X

14 hari lalu

Begini Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Open House Sultan Hamengku Buwono X

Sekda DIY Beny Suharsono menyatakan open house Syawalan digelar Sultan HB X ini yang pertama kali diselenggarakan setelah 4 tahun absen gegara pandemi

Baca Selengkapnya

Momen Idul Fitri Keluarga Jokowi ke Medan: Buat Amankan Peluang Bobby Nasution?

15 hari lalu

Momen Idul Fitri Keluarga Jokowi ke Medan: Buat Amankan Peluang Bobby Nasution?

Setelah hari pertama Idul Fitri di Jakarta, Jokowi terbang ke Medan untuk merayakan hari ke-2 Lebaran. Buat amankan tiket Bobby Nasution ke Pilgub?

Baca Selengkapnya

Setelah Mudik Lebaran, Jangan Lupa Cek Komponen-komponen Mobil Berikut

15 hari lalu

Setelah Mudik Lebaran, Jangan Lupa Cek Komponen-komponen Mobil Berikut

Mobil yang bekerja keras selama perjalanan mudik Lebaran dapat mengalami berbagai masalah jika tidak dirawat dengan baik setelahnya.

Baca Selengkapnya