Tembak Warga, Anggota Brimob Jadi Tersangka  

Reporter

Selasa, 27 Agustus 2013 16:18 WIB

Ilustrasi Penembakan. (Ilustrasi: Koran Tempo)

TEMPO.CO, Makassar - Kepolisian Resor Mamuju menetapkan Ajun Inspektur Dua SW sebagai tersangka dalam kasus penembakan Alamsyah Arifin pada Kamis, 22 Agustus 2013. Alamsyah merupakan penduduk Desa Pontanakayyang, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Menurut Kepala Polres Mamuju, Ajun Komisaris Besar Darwis Rincing, SW merupakan anggota Satuan Brigade Mobil Kompi B Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Dan ia terbukti menembak Alamsyah secara sengaja. "Kasusnya sudah ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Selatan dan Barat. Dari situ akan ketahuan tingkat pelanggarannya," kata Darwis, Selasa, 27 Agustus 2013.

Alamsyah Arifin menjadi korban penembakan di depan rumahnya. Calon anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan daerah pemilihan Mamuju ini terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju akibat luka tembak pada bagian paha kanan.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Endi Sutendi, berdasarkan informasi, SW menembak karena Alamsyah berupaya melawan. "Tetapi kami akan tetap mengusut, kalau memang ada pelanggar, pelaku akan diberikan hukuman yang setimpal," ujar Endi.

Sementara Alamsyah mengklaim tidak sempat melawan pada saat kejadian. Menurut dia, SW tiba-tiba melepaskan tembakan dari dalam kendaraan. "Pelaku datang dengan beberapa penagih dari perusahaan pembiayaan, menggunakan mobil," kata Alamsyah. "Sebelumnya, mereka sudah menyita kendaraan motor milik sepupu saya. Om saya sempat berusaha mengejar dan menghentikan kendaraan. Pada saat berhenti, tiba-tiba dari dalam mobil saya ditembak."

IRFAN ABDUL GANI

Topik terhangat:
Rupiah Loyo
| Konser Metallica | Suap SKK Migas | Pilkada Jatim

Berita lainnya:
Lurah Susan : Saya Hanya Menjalankan SK Gubernur

Konvoi Jeep Mewah FPI Menuai Kritik di Twitter

Debat di Instagram, Ani Yudhoyono Dinilai Sensitif
Jokowi: Masak Gubernur Headbanging?

Berita terkait

Komnas HAM Catat Ada 12 Peristiwa Kekerasan di Papua pada Maret-April 2024

18 hari lalu

Komnas HAM Catat Ada 12 Peristiwa Kekerasan di Papua pada Maret-April 2024

Komnas HAM mendesak pengusutan kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Papua secara transparan oleh aparat penegak hukum

Baca Selengkapnya

Prajurit Siksa Warga Papua, Kapuspen: TNI Bukan Malaikat

34 hari lalu

Prajurit Siksa Warga Papua, Kapuspen: TNI Bukan Malaikat

Kapuspen TNI menyebut jumlah anggota TNI ribuan, sedangkan yang melakukan penyiksaan hanya sedikit.

Baca Selengkapnya

Amnesty International: Penganiayaan di Papua Berulang karena Pelaku Tak Pernah Dihukum

40 hari lalu

Amnesty International: Penganiayaan di Papua Berulang karena Pelaku Tak Pernah Dihukum

Amnesty Internasional mendesak dibentuknya tim gabungan pencari fakta untuk mengusut kejadian ini secara transparan, imparsial, dan menyeluruh.

Baca Selengkapnya

KontraS Minta Panglima TNI Segera Bahas Reformasi Peradilan Militer

6 Oktober 2021

KontraS Minta Panglima TNI Segera Bahas Reformasi Peradilan Militer

Hasil pemantauan KontraS selama Oktober-2021-September 2021 menunjukkan reformasi peradilan militer jalan di tempat.

Baca Selengkapnya

Serial Netflix Populer Ungkap Pelecehan yang Terjadi di Militer Korea Selatan

16 September 2021

Serial Netflix Populer Ungkap Pelecehan yang Terjadi di Militer Korea Selatan

Serial Netflix Deserter Pursuit memicu perdebatan tentang militer Korea Selatan karena menceritakan pelecehan dan kekerasan selama wajib militer.

Baca Selengkapnya

2 Anggota Lakukan Kekerasan ke Warga Papua, TNI AU Minta Maaf

27 Juli 2021

2 Anggota Lakukan Kekerasan ke Warga Papua, TNI AU Minta Maaf

TNI AU menyatakan penyesalan dan meminta maaf atas insiden dua anggotanya yang melakukan kekerasan terhadap seorang warga Papua di Merauke.

Baca Selengkapnya

Jokowi Diminta Investigasi Kasus Kekerasan di Paniai Papua

5 Juli 2018

Jokowi Diminta Investigasi Kasus Kekerasan di Paniai Papua

Amnesti Internasional Indonesia meminta Jokowi membentuk tim investigasi guna mengungkap kasus kekerasan yang terjadi di Paniai, Papua.

Baca Selengkapnya

Berdamai, Dokter Militer dan Petugas Bandara Bersepakat Ini

8 Juli 2017

Berdamai, Dokter Militer dan Petugas Bandara Bersepakat Ini

Keduanya menyepakati bentuk pertanggungjawaban Guyum setelah menampar adalah meminta maaf secara tertulis kepada Fery, institusi, dan PT Angkasa Pura.

Baca Selengkapnya

Tampar Petugas Avsec Bandara, Dokter Militer Mengaku Refleks

8 Juli 2017

Tampar Petugas Avsec Bandara, Dokter Militer Mengaku Refleks

Jumat malam, polisi melepas Guyum setelah menandatangani kesepakatan damai dan bersalaman dengan Fery.

Baca Selengkapnya

Berdamai, Polisi Melepas Dokter Militer Penampar Petugas Bandara  

8 Juli 2017

Berdamai, Polisi Melepas Dokter Militer Penampar Petugas Bandara  

Guyun mengaku salah dan meminta maaf atas penamparan yang dilakukannya. "Proses damai berjalan lancar tanpa ada intervensi pihak manapun."

Baca Selengkapnya