NasDem Pecah, Peluangnya di Pemilu Terancam

Senin, 21 Januari 2013 20:40 WIB

Harry Tanoesoedibjo (kiri), bersama Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat, Ahmad Rofiq, usai memberikan keterangan di Jalan Diponogoro 29, Jakarta, Senin (21/1). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pakar politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi mengatakan pertikaian dalam tubuh kepemimpinan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bisa mengancam elektabilitas partai itu. Pecah kongsi antara kelompok Harry Tanoe dan Suryo paloh di Partai Nasdem tersebut, kata Burhanuddin, berpotensi menyebabkan citra partai ini melorot di mata publik.

"Selama ini partai Nasdem berpeluang menyita perhatian publik karena menjadi satu-satunya partai baru yang akan ikut pemilu, tapi kalau konsolidasi internal partai memburuk akan mudah membalikkan pendapat publik," kata Burhanudin seusai berbicara di kampus pusat UII pada Senin, 21 Januari 2013.

Dia menilai tak terdamaikannya polemik di antara dua matahari kembar di Nasdem, Harry Tanoe dan Suryo Paloh, merupakan konflik internal yang mirip tradisi di partai parlemen. Ini mudah menyebabkan kepercayaan pemilih menurun. Padahal, Burhanudin beranggapan jika tak ada polemik ini, popularitas partai Nasdem berpeluang meroket karena makin bisa menunjukkan perbedaannya dengan sembilan partai lama yang ikut pemilu 2014.

"Jangan-jangan rakyat mulai mempertanyakan, bagaimana bisa merestorasi Indonesia kalau merestorasi internalnya saja tak mampu," ujar Burhanudin. Dia yakin polemik yang memuncak di Partai Nasdem itu pasti melucuti kredibilitasnya di mata pemilih.

Sebenarnya, kata Burhanudin, Partai Nasdem bisa menghindari peruncingan perseteruan internal jika memiliki konstitusi organisasi yang memberikan mekanisme penyelesaian konflik secara fair. "Konflik internal partai politik hal biasa, seharusnya ada mekanisme organisasi yang menyelesaikannya," kata dia.

Sikap elit partai Nasdem dalam menanggapi polemik Harry Tanoe dan Suryo Paloh, menurut penilaian Burhanudin, menunjukkan mereka tak berusaha menjaga trend elektabilitasnya yang terus menanjak sebelum ini. Dia berpendapat konflik seperti itu seharusnya bisa diselesaikan oleh Majelis Nasional Partai Nasdem. "Kenyataanya Harry Tanoe keluar, artinya penyelesaian konflik di internal partai buntu," kata dia.

ADDI MAWAHIBUN IDHOM


Berita terkait

Koalisi Prabowo Rangkul PKB dan Partai Nasdem Bahayakan Demokrasi

6 hari lalu

Koalisi Prabowo Rangkul PKB dan Partai Nasdem Bahayakan Demokrasi

Upaya Koalisi Prabowo merangkul rival politiknya dalam pemilihan presiden seperti PKB dan Partai Nasdem, berbahaya bagi demokrasi.

Baca Selengkapnya

Syahrul Yasin Limpo Ogah Komentar Soal Aliran Dana Rp 40,1 Juta ke Partai NasDem

43 hari lalu

Syahrul Yasin Limpo Ogah Komentar Soal Aliran Dana Rp 40,1 Juta ke Partai NasDem

JPU KPK dalam dakwaannya menyatakan bekas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggunakan uang sebesar Rp 40.123.500 untuk kepentingan NasDem.

Baca Selengkapnya

Istilah Efek Ekor Jas dalam Pemilu, Bagaimana Terjadi Anomali di Pemilu 2024?

44 hari lalu

Istilah Efek Ekor Jas dalam Pemilu, Bagaimana Terjadi Anomali di Pemilu 2024?

Dalam konteks Pemilu, efek ekor jas mengacu ke bagaimana keputusan pemilih pada satu posisi pemilihan bisa pengaruhi hasil dari posisi pemilihan lain.

Baca Selengkapnya

Ketua NasDem Malaysia Balik Menuding PPLN Kuala Lumpur Lobi Partai Politik untuk Menambah Pemilih KSK

44 hari lalu

Ketua NasDem Malaysia Balik Menuding PPLN Kuala Lumpur Lobi Partai Politik untuk Menambah Pemilih KSK

Ketua Partai NasDem Malaysia Tengku Adnan mengatakan usulan menambah jumlah pemilih Kotak Suara Keliling atau KSK datang dari PPLN Kuala Lumpur.

Baca Selengkapnya

Nasdem Tunggu Instruksi Surya Paloh untuk Gulirkan Hak Angket

56 hari lalu

Nasdem Tunggu Instruksi Surya Paloh untuk Gulirkan Hak Angket

Fraksi Partai Nasdem belum mendapatkan instruksi dari Ketua Umum Surya Paloh untuk menandatangani persetujuan hak angket.

Baca Selengkapnya

Dinamika Politik Setelah Surya Paloh Diundang Presiden Jokowi pada Pekan Lalu

26 Februari 2024

Dinamika Politik Setelah Surya Paloh Diundang Presiden Jokowi pada Pekan Lalu

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai pertemuan Jokowi dan Surya Paloh bukan sekadar silaturahmi biasa.

Baca Selengkapnya

Prediksi Pertarungan Suara Partai di DPR yang Pro dan Kontra Hak Angket Pilpres 2024

22 Februari 2024

Prediksi Pertarungan Suara Partai di DPR yang Pro dan Kontra Hak Angket Pilpres 2024

Jika DPR tidak siap untuk menggunakan hak angket dugaan kecurangan, capres Ganjar Pranowo akan mendorong penggunaan hak interpelasi atau rapat kerja.

Baca Selengkapnya

HUT PDIP ke-51, Merunut Sejarah PDI Perjuangan Sejak 1927

10 Januari 2024

HUT PDIP ke-51, Merunut Sejarah PDI Perjuangan Sejak 1927

HUT PDIP ke-51 pada 10 Januari 2024. Meskipun lahir pada 1973, tetapi keberadaan partai politik PDI Perjuangan bisa dirunut sejak 1927.

Baca Selengkapnya

Anies Baswedan Sebut Komitmennya Terhadap Lingkungan Sudah Sejak Kuliah

23 November 2023

Anies Baswedan Sebut Komitmennya Terhadap Lingkungan Sudah Sejak Kuliah

Anies Baswedan menyatakan dirinya sudah berkecimpung dengan isu soal lingkungan sejak masih berkuliah.

Baca Selengkapnya

Terpopuler Bisnis: Profil Arief Prasetyo Adi, Kereta Suite Class Compartment hingga Harga Pangan yang Mulai Naik

7 Oktober 2023

Terpopuler Bisnis: Profil Arief Prasetyo Adi, Kereta Suite Class Compartment hingga Harga Pangan yang Mulai Naik

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis hingga Jumat malam, 6 Oktober 2023 dimulai dengan profil Arief Prasetyo Adi yang ditunjuk Jokowi jadi Plt Mentan.

Baca Selengkapnya