Bencana Alam Melanda 16 Daerah di NTT  

Reporter

Kamis, 17 Januari 2013 13:31 WIB

Pusat gempa Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT)(titik merah) berada 8.41 LS - 120.69 BT dengan episentrum 148 Km. bmg.co.id

TEMPO.CO, Kupang - Bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung melanda 16 dari total 21 kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada dua pekan terakhir.

Sekretaris daerah NTT Frans Salem menjelaskan, bencana terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Belu, Sumba Barat Daya, Alor, Kabupaten Kupang, Flores Timur, Sikka, Ende, Lembata, Timor Tengah Selatan, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sumba Barat, Sabu Raijua dan Kabupaten Rote Ndao. ”16 daerah yang dilanda bencana alam tersebut berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT,” katanya, Kamis, 17 Januari 2013.

Banjir terparah terjadi di Kabupaten Belu dan Kabupaten Kupang. Di Belu, banjir melanda sembilan desa dan merendam sedikitnya 1.725 rumah warga. Banjir di Belu disebabkan meluapnya sungai Benanain akibat hujan lebat dua pekan terakhir.

Sedangkan di Kabupaten Kupang, banjir merendam 350 rumah warga. Bahkan menggenangi ruas jalan Trans Timor yang menghubungkan NTT dan Timor Leste, sehingga arus transportasi antar dua negara terganggu.

Bencana tanah longsor melanda Kota Kupang dan menimbun sedikitnya 20 rumah di Kelurahan Belo. Tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Ende yang memutuskan ruas jalan Trans Flores.

Frans mengatakan, selain merendam dan menimbun rumah warga, banjir dan longsor juga merusak tanaman pertanian milik warga. "Bencana alam merata hampir di seluruh wilayah," ujarnya.

Masing-masing pemerintah kabupaten dan kota, kata Frans, telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban bencana. Pemerintah juga membangun 28 rumah bagi korban banjir dengan dana Rp 560 juta. Setiap rumah dibangun dengan anggaran Rp 20 juta.

YOHANES SEO

Berita terkait

Mahasiswa Unnes Ciptakan Alat Pemantau Longsor di Banjarnegara

7 Maret 2022

Mahasiswa Unnes Ciptakan Alat Pemantau Longsor di Banjarnegara

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menciptakan alat pemantau longsor. Alat tersebut sudah dipasang di Banjarnegara.

Baca Selengkapnya

Longsor Banjarnegara, 4 Orang Ditemukan Tewas

20 November 2021

Longsor Banjarnegara, 4 Orang Ditemukan Tewas

Longsor Banjarnegara pada Jumat malam menimpa dua rumah warga.

Baca Selengkapnya

Longsor di Banjarnegara Disebabkan Tanggul Irigasi Jebol

2 November 2019

Longsor di Banjarnegara Disebabkan Tanggul Irigasi Jebol

Longsor ini menyebabkan dua rumah tertimbun dan satu orang meninggal.

Baca Selengkapnya

Longsor di Banjarnegara, Satu Orang Meninggal Dunia

2 November 2019

Longsor di Banjarnegara, Satu Orang Meninggal Dunia

Retakan tanah tersebut berlokasi di sebelah timur rumah yang kemudian tertimbun longsor.

Baca Selengkapnya

Longsor di Banjarnegara 1 Orang Tewas

25 September 2016

Longsor di Banjarnegara 1 Orang Tewas

Rumah itu tertimpa reruntuhan tanah dan menewaskan satu orang dan delapan anggota keluarga lainnya luka-luka.

Baca Selengkapnya

3 Warga Banjarnegara Jadi Korban Longsor Susulan

19 Juni 2016

3 Warga Banjarnegara Jadi Korban Longsor Susulan

Ketiga korban sedang membersihkan longsor saat terjadi
longsor susulan.

Baca Selengkapnya

Longsor Banjarnegara, Enam Korban Sudah Dimakamkan

19 Juni 2016

Longsor Banjarnegara, Enam Korban Sudah Dimakamkan

Korban meninggal di Grumbul Wanarata disebabkan tertimbun material longsor susulan saat sedang bekerja bakti menyingkirkan longsoran.

Baca Selengkapnya

Longsor di Banjarnegara, 6 Warga Meninggal

19 Juni 2016

Longsor di Banjarnegara, 6 Warga Meninggal

Enam orang yang meninggal sudah dievakuasi, sementara satu korban masih dalam pencarian.

Baca Selengkapnya

Darurat Longsor Banjarnegara Berakhir, Potensi Lonsor Masih Ada

13 April 2016

Darurat Longsor Banjarnegara Berakhir, Potensi Lonsor Masih Ada

Potensi longsor masih ada apabila curah hujan tinggi.

Baca Selengkapnya

Longsor Banjarnegara, Warga Kuras Kolam Ikan  

31 Maret 2016

Longsor Banjarnegara, Warga Kuras Kolam Ikan  

Longsoran diperkiraan sudah bergerak sejauh 2-3 kilometer dari ujung hingga bawah. Sedang lebar longsoran 100 -200 meter.

Baca Selengkapnya