Ternyata Sulit Mendata Ulang Korban Westerling

Reporter

Editor

Sabtu, 10 Desember 2011 16:11 WIB

Raymond Westerling.

TEMPO Interaktif, Makassar - Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) mengaku kesulitan mengumpulkan data korban pembantaian tentara Belanda pimpinan Raymond Paul Pierre Westerling. Peristiwa Westerling terjadi pada 1946-1947 di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

Mengenang peristiwa itu, Pemerintah Kota Makassar mendirikan Monumen Korban 40.000 Jiwa. Lembaga ini sebelumnya berhasil memenangkan gugatan keluarga korban pembantaian tentara Belanda di Rawagede, Jawa Barat, di pengadilan Belanda.

“Baru delapan janda korban Westerling yang saya pegang, kami kesulitan melakukan pendataan,” kata anggota pengurus KUKB, Ivonne, Sabtu, 10 Desember 2011.

Dari data yang telah dikumpulkan itu, Ivonne mengatakan, belum sesuai dengan jumlah korban pembantaian tentara Westerling. Sejumlah daerah yang menjadi lokasi pembantaian, seperti Makassar, Maros, Jeneponto, Bulukumba, dan Parepare, telah dikunjungi.

Kasus kekejaman Westerling, Ivonne mengungkapkan, akan ditangani Ketua Yayasan KUKB sekaligus pengacara korban pembantaian tentara Belanda di Rawagede, Liesbeth Zegveld.

“Saya menunggu ibu Zegveld, besok (hari ini) menghadiri upacara di Monumen Korban 40 Ribu Jiwa bersama pejabat daerah setempat, kemudian mengunjungi para korban westerling,” ujar Ivonne.

Sejarawan Universitas Negeri Makassar, Profesor Andi Ima Kesuma, menilai peristiwa Westerling telah lama menjadi perhatian publik. Namun tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan pusat.

"Saya mau pemerintah di daerah ini fokus memperhatikan hal itu. Jangan hanya sibuk mengurus politik, tapi aspek kesejarahan kita dilupakan. Jika tragedi Rawagede bisa diterima di pengadilan Belanda, bukan tidak mungkin peristiwa Westerling juga demikian,” kata Andi.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menilai harus ada keluarga korban yang memikirkan upaya penuntutan ke pengadilan di Belanda. “Saya kira ini juga momentum yang baik untuk membuktikan keterkaitan dengan pembantaian tersebut,” kata Ilham.

ARDIANSYAH RAZAK BAKRI

Berita terkait

Penelitian Buktikan Kekejaman Militer Belanda di Indonesia, PM Rutte Minta Maaf

18 Februari 2022

Penelitian Buktikan Kekejaman Militer Belanda di Indonesia, PM Rutte Minta Maaf

PM Mark Rutte minta maaf kepada Indonesia setelah tinjauan sejarah menemukan militer Belanda menggunakan kekerasan berlebihan dalam Perang Kemerdekaan

Baca Selengkapnya

5 Orang Indonesia Gugat Kejahatan Perang Belanda Selama Revolusi

2 Oktober 2019

5 Orang Indonesia Gugat Kejahatan Perang Belanda Selama Revolusi

Pengadilan banding Den Haag menerima gugatan lima orang Indonesia atas kejahatan perang Belanda selama zaman revolusi kemerdekaan RI pada 1947.

Baca Selengkapnya

Negosiasi Ganti Rugi Pembantaian Westerling Alot

10 Agustus 2013

Negosiasi Ganti Rugi Pembantaian Westerling Alot

Menurut Jeffry, kebuntuan yang terjadi pada bulan April tersebut berakhir karena itikad baik dari Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans.

Baca Selengkapnya

Korban Agresi Militer Diajak Gugat Belanda  

16 Agustus 2012

Korban Agresi Militer Diajak Gugat Belanda  

Meski sudah nyaris tujuh dekade berlalu, Komite Utang Kehormatan Belanda berpendapat Belanda tetap harus bertanggung jawab atas kejahatan perang.

Baca Selengkapnya

Masih Ada 76 Kasus Kejahatan Perang Belanda di Indonesia  

10 Desember 2011

Masih Ada 76 Kasus Kejahatan Perang Belanda di Indonesia  

Di antara puluhan kasus itu, ada peristiwa Westerling.

Baca Selengkapnya

Pemerintah Belanda Dinilai Berlama-lama Urus Rawagede

10 Desember 2011

Pemerintah Belanda Dinilai Berlama-lama Urus Rawagede

Ketua Umum Komite Nasional Pembela Martabat Bangsa Indonesia Batara Hutagalung menilai pemerintah Belanda sengaja berlama-lama mengurus gugatan warga Rawagede.

Baca Selengkapnya

Marty Sambut Kedatangan De Zwaan di Rawagede

9 Desember 2011

Marty Sambut Kedatangan De Zwaan di Rawagede

Menurut Marty, peristiwa penting ini juga menjadi pengakuan pemerintah Belanda bahwa kemerdekaan Indonesia berlangsung pada 1945.

Baca Selengkapnya

Tragedi Rawagede, Seperti Apa Pembantaian Itu?

9 Desember 2011

Tragedi Rawagede, Seperti Apa Pembantaian Itu?

Tragedi itu terjadi 64 tahun lalu. Tentara yang murka mengepung kampung dan membantai ratusan pria di Rawagede, Karawang. Seperti apa penyerbuan itu?

Baca Selengkapnya

Di Rawagede, Pemerintah Belanda Minta Maaf

9 Desember 2011

Di Rawagede, Pemerintah Belanda Minta Maaf

Permintaan maaf, kata De Zwaan, bukan hanya mewakili pemerintah Belanda, tetapi juga seluruh rakyat Belanda kepada warga Rawagede.

Baca Selengkapnya

Tragedi Rawagede, Apa Alasan Belanda Gelar Operasi Pembantaian?  

9 Desember 2011

Tragedi Rawagede, Apa Alasan Belanda Gelar Operasi Pembantaian?  

Hari itu, 9 Desember 1947, Rawagede jadi ladang pembantaian tentara Belanda. Apa yang membuat Belanda bertindak membabi-buta membantai ratusan orang?

Baca Selengkapnya