Mudik Lebaran: Jumlah Mobil Pribadi Melonjak, Angkutan Umum Turun  

Selasa, 20 Juni 2017 | 06:56 WIB
Mudik Lebaran: Jumlah Mobil Pribadi Melonjak, Angkutan Umum Turun  
Kendaraan pemudik lebaran melintasi jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Purwakarta, Jawa Barat, 10 Juli 2015. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar memperkirakan jumlah mobil pribadi pada mudik Lebaran 2017, terutama motor, akan lebih banyak dibanding tahun lalu. Bahkan jumlah kendaraan pribadi naik sekitar 12-13 persen. Sedangkan angkutan umum justru menurun.

"Khusus sepeda motor peningkatannya bisa mencapai 18 persen," ujar Pudji di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2017, Gedung Kementerian Perhubungan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 19 Juni 2017.

Menurut Pudji, pada 2016, jumlah mobil pribadi yang digunakan untuk mudik Lebaran sebanyak 3,48 juta unit dan sepeda motor 5,14 juta unit. Adapun kendaraan umum diperkirakan turun sekitar 2 persen dari 4,427 juta penumpang pada tahun lalu. Kementerian sudah mengimbau masyarakat tidak mengandalkan sepeda motor untuk mudik karena alasan keamanan.

Baca Juga: Mudik 2017 dan Arus Balik, Pemprov DKI Siagakan 3.674 Bus

Program mudik bersama gratis menjadi solusi mengurangi jumlah pengguna sepeda motor. Kementerian menggandeng perusahaan swasta dan instansi lain. "Sudah ada mudik gratis, kami tingkatkan jatahnya hingga 175 persen. Ada yang menggunakan kapal ro-ro supaya beban di darat berkurang," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, mulai Minggu, 18 Juni 2017, volume kendaraan di ruas jalan tol Cikopo-Palimanan sudah mulai dilintasi pemudik. Diperkirakan lonjakan kendaraan akan terjadi pada H-5, Selasa, 20 Juni, atau H-4, Rabu, 21 Juni. Asumsinya, Lebaran tetap pada Minggu, 25 Juni. "Dengan cuti bersama Jumat, Kamis akan padat. Puncaknya bisa mulai H-2 hingga Sabtu, 24 Juni 2017," ucap Pudji.

Sebanyak 29.715 pemudik telah berangkat dengan 1.646 bus dari Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada 15-18 Juni 2017. "Naik sekitar 500-600 persen. Tahun lalu, pada H-10 hingga H-7, jumlah penumpang yang berangkat sekitar 9.000 orang," kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Emiral August.

Emiral menjelaskan, kenaikan penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap terminal bus terus meningkat. "Kenaikan 500 persen itu khususnya untuk jalur Jawa Tengah dan Sumatera. Dalam catatan kami, pada hari biasa, jumlah penumpang sekitar 1.500 orang, tapi sekarang sudah mencapai 8.000 orang per hari," ucapnya. Puncak mudik Lebaran 2017 diperkirakan pada Sabtu, 23 Juni 2017.

AGHNIADI | ANTARA | ELIK S.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan