Presiden Jokowi: Sisa Gaji ke-14 PNS Maksimal Dibayar Selasa  

Senin, 19 Juni 2017 | 20:07 WIB
Presiden Jokowi: Sisa Gaji ke-14 PNS Maksimal Dibayar Selasa  
Presiden Jokowi menyalami warga saat membagikan paket Ramadhan berupa sembako kepada warga di Jalan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta, 13 Juni 2017. Sejumlah 200 ribu paket dibagikan secara gratis kepada masyarakat pra sejahtera. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sisa gaji ke-14 akan cair pada Selasa, 20 Juni 2017. Sebab, belum semua pegawai negeri dan TNI/Polri menerima gaji ke-14.

”Sore tadi saya ingin memastikan apakah gaji ke-14 itu sudah diterima atau belum, ternyata baru 56 persen yang sudah menerima,” kata Presiden Jokowi saat memberi sambutan buka puasa bersama di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 19 Juni 2017.

Jokowi menjanjikan pegawai negeri dan TNI/Polri yang belum menerima gaji ke-14 akan menerimanya pada Selasa. “Sisanya 44 persen maksimal besok. Saya kira belum terlambat,” katanya.

Baca juga:
Jokowi Buka Puasa di Mabes TNI, Hadir Juga Habib Nabiel Musawa
Jokowi Pahami Keresahan Masyarakat Soal Full Day School

Acara buka puasa di Mabes TNI dihadiri prajurit TNI dan pegawai negeri Mabes TNI. Acara digelar di halaman depan Gedung Soedirman. Selain diikuti Presiden Jokowi, buka puasa bersama akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, serta sejumlah alim-ulama.

Selain Presiden Jokowi dan jajarannya, mereka yang hadir di antaranya Ketua Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Syuro Majelis Rasulullah Habib Nabiel Al-Musawa, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, serta pemimpin Majelis Taklim Al-Afaf Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

AMIRULLAH SUHADA




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan