Sabtu, 19 Agustus 2017

Selepas Pilkada DKI, Peta Politik Jawa Timur Ikut Berubah  

Jum'at, 21 April 2017 | 09:35 WIB
TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO/Imam Sukamto.

TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur Musyaffa’ Noer mengatakan peta perpolitikan di Jawa Timur cenderung mengalami perubahan selepas pemilihan kepala daerah DKI.

Dia mengatakan kemungkinan nama-nama baru akan muncul sebagai calon gubernur atau wakil gubernur pada pemilihan kelapa daerah Jawa Timur 2018. “Petanya kocar-kacir dan semua masih teka-teki,” ucap Musyaffa’ saat ditemui Tempo di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis, 20 April 2017.

Baca:
Pilgub Jawa Timur, Khofifah dan Saifullah Yusuf Disebut Golkar 

Musyaffa’ berujar, PPP mengucapkan selamat kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang unggul dalam perhitungan suara cepat pilkada DKI putaran kedua. Adapun PPP memberikan dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam putaran kedua.

Ihwal pilkada Jawa Timur, tutur Musyaffa', saat ini PPP sedang mengkaji dan mengadakan survei untuk mengusung kader internal. Menurut dia, survei yang dilakukan PPP tersebut akan berlangsung hingga Mei 2017.

“Survei sedang berjalan, terutama terkait dengan ketua DPW yang maju atau tidak sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur,” ucap Musyaffa’.

Baca:
Pilkada Jawa Timur, Setya Novanto Sebut Kader NU Layak Memimpin 

Terkait dengan koalisi, Musyaffa’ mengatakan masih memungkinkan pihaknya berkoalisi dengan partai mana pun. Menurut dia, yang terpenting adalah mempunyai visi dan misi sama serta memiliki kepentingan untuk menjadikan Jawa Timur lebih baik.

“Intinya, partai berbasis Islam dan nasionalis bisa digabungkan karena sama-sama dibutuhkan,” ujar Musyaffa’.

JAYANTARA MAHAYU

 

Baca: Pilkada Jawa Timur, PPP Siapkan Musyaffa' Noer Jadi Calon Wagub  

 






Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?