Heboh Disneyland Boyolali, Bupati: Bukan Trump dan Hary Tanoe

Senin, 17 April 2017 | 20:05 WIB
Heboh Disneyland Boyolali, Bupati: Bukan Trump dan Hary Tanoe
Seorang wanita memakai bando Daisy Bebek berfoto diantara tokoh klasik Donald dan daisy Bebek. Banyak pengunjung dewasa memakai aksesoris tokoh kartun yang mereka sukai saat berkunjung di Disneyland. Tempo/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Boyolali - Bupati Boyolali Seno Samodro meluruskan pemberitaan yang beredar di sejumlah media massa ihwal rencana pembangunan taman wisata bertaraf internasional di wilayah Kabupaten Boyolali.

“Perlu saya tandaskan, nanti namanya bukan Disneyland. Masih ada beberapa pilihan. Entah nanti namanya Taman Seloso Kliwon atau apalah, kita tunggu saja,” kata Seno saat ditemui Tempo di Bandara Adi Soemarmo Boyolali pada Senin siang, 17 April 2017.

Baca juga:
Istana Bicara soal Pembangunan Disneyland Boyolali

Seno menegaskan pula bahwa pembangunan taman wisata di atas lahan seluas 100 hektare dengan total investasi berkisar Rp 6,1 triliun itu tidak ada sangkut pautnya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atau pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.

“Tidak ada (hubungan) dengan Donald Trump atau Hary Tanoe. Kita di luar itu,” kata Seno. Dia mengatakan, pembangunan taman wisata itu dibiayai oleh investor model holding dari  beberapa negara antara lain Finlandia, Selandia Baru, Malaysia, dan Singapura.

Baca pula:
Siapkan Rp 6 Triliun, Disneyland Berencana Bangun Disneyland di Boyolali

“Tapi jangan keliru, meski membangunnya pakai dolar, mereka sudah punya duit di Indonesia. Jadi tidak butuh izin di Departemen. Cukup dari Bupati sudah selesai,” kata Seno. Pada Desember 2016, Seno telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) dengan para investor tersebut.

Menurut Seno, sistem bisnis franchise (waralaba) ternyata tidak harus seratus persen dari satu produk. Jadi, para investor itu akan mengisi taman wisata tersebut dengan wahana gabungan dari sejumlah franchise. “Bocoran dari mereka, dari Disneyland hanya sekitar 20 – 23 persen,” kata Seno.

Adapun wahana lainnya, Seno berujar, akan diisi dari Universal Studio, Warner Bross, dan lain-lain. “Berapa persennya itu urusan mereka. Tugas saya sebagai Bupati hanya melayani dengan baik. Presiden minta perizinan selesai dalam tiga jam, Boyolali siap dalam lima menit,” kata Seno.

Meski nota kesepahaman sudah diteken sejak akhir tahun lalu, Seno belum bersedia mengungkapkan ihwal lokasi pembangunan taman wisata tersebut. “Taman itu akan dilewati jalan tol. Sak gelemku sing nyelehke (terserah saya yang menempatkan). Saya nggak boleh cerita, karena ini menyangkut harga tanah,” kata Seno.

Bupati Boyolali mengaku pula sudah menyiapkan dua lokasi di antara empat kecamatan. Dia menambahkan, taman wisata 'Disneyland' tersebut akan mulai dibangun pada September 2017. Lama pembangunannya memakan waktu sekitar 2 - 3 tahun. “Harga tiketnya sekitar Rp 50.000. Tapi untuk seluruh atraksi sekitar Rp 500.000 – Rp 600.000. Nanti akan dibuka day and night. Parkirnya bisa menampung 22.000 mobil,” kata Seno.

DINDA LEO LISTY

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan