Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

DPRD Minta Risma Cari Warganya di Padepokan Dimas Kanjeng

image-gnews
Suasana penjagaan ketat oleh ratusan petugas kepolisian saat proses rekontruksi di padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. TEMPO/ISHOMUDDIN
Suasana penjagaan ketat oleh ratusan petugas kepolisian saat proses rekontruksi di padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. TEMPO/ISHOMUDDIN
Iklan

TEMPO.CO, Surabaya- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk proaktif mencari warga Surabaya yang barangkali masih bertahan di Pedepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Alasannya, ia merasa prihatin dengan pengikut Dimas Kanjeng yang ternyata sudah kena tipu.


“Sepatutnya Pemkot Surabaya proaktif mengecek di padepokan. Jangan-jangan masih ada warga Surabaya yang masih bertahan di sana,” kata politisi partai Demokrat Herlina Harsono Njoto kepada Tempo di ruangannya, Rabu, 5 Oktober 2016.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini juga meminta apabila ada warga Surabaya yang masih bertahan di Pedepokan Dimas Kanjeng, segera dibawa pulang. Sebab,  “Kehidupan mereka sudah tidak nyaman dan nasibnya mulai tidak jelas. Makanya, Pemkot harus menolongnya,” kata dia.|

Baca juga:
Ini Cara Anggota Dimas Kanjeng Tawarkan Program Pesugihan
Dahlan Iskan Dikaitkan dengan Dimas Kanjeng, Ini Ceritanya

Hingga saat ini, pengikut Dimas Kanjeng memang masih banyak bertahan di Pedepokan maupun di sekitar rumah warga. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga DPRD Kota Surabaya mengkhawatirkan nasib warga yang masih bertahan di padepokan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo mengatakan hingga saat ini belum ada satu pun warga yang melapor kepada Perintah Kota Surabaya yang merasa dirugikan oleh Dimas Kanjeng. "Kami Dinsos juga tidak ada datanya, coba dicek ke Bakesbangpol Linmas, " kata Supomo melalui pesan singkatnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca juga:
Ini 4 Penyebab Tren Elektabilitas Ahok Terus Menurun  
Ini Alasan Pengikut Dimas Kanjeng Enggan Balik ke Rumah

Kepala Bakesbangpol Linmas Pemerintah Kota Surabaya Sumarno juga memastikan hingga saat ini belum ditemukan warga Surabaya yang menjadi pengikut padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Dia menambahkan pihaknya terus aktif untuk mencari informasi barangkali ada warga Surabaya yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Bahkan, ia meminta kepada warga Surabaya untuk melaporkan apabila ada keluarganya yang menjadi korban dan merasa dirugikan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu. “Tidak perlu malu, silahkan melaporkan kepada kami,” ujarnya

MOHAMMAD SYARRAFAH

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Vietnam Penjarakan Konglomerat Lagi, Pengusaha Minuman Terjerat Penipuan Rp 648 M

1 hari lalu

Seorang warga mengibarkan bendera setelah pemerintah Vietnam membuka karantina setelah meredam pandemi virus corona atau COVID-19 di desa Dong Cuu, Vietnam, 14 Mei 2020. Pemerintah Vietnam secara resmi melaporkan 270 kasus dengan nol kematian. REUTERS/Kham
Vietnam Penjarakan Konglomerat Lagi, Pengusaha Minuman Terjerat Penipuan Rp 648 M

Vietnam kembali melakukan tindakan keras dalam pemberantasan korupsi dengan memenjarakan konglomerat minuman ringan.


Eri Cahyadi Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha

1 hari lalu

Eri Cahyadi Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengukir sejarah baru dalam kepemimpinannya di Kota Surabaya.


Pembangunan Infrastruktur di Kota Surabaya Rampung 2024

3 hari lalu

Pembangunan Infrastruktur di Kota Surabaya Rampung 2024

Sejumlah pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya ditargetkan rampung di tahun 2024.


Kementerian Perdagangan Sebut Sektor Penjualan Online Terbanyak Mendapat Keluhan dari Konsumen

8 hari lalu

Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com
Kementerian Perdagangan Sebut Sektor Penjualan Online Terbanyak Mendapat Keluhan dari Konsumen

Kementerian Perdagangan menyebut sektor penjualan online paling banyak dilaporkan keluhan konsumen lantaran banyak penipuan. Selain itu, Kemendag telah menutup setidaknya 223 akun yang diindikasi sebagai penipu.


Kelola Penggunaan Media Sosial agar Tidak Stres dengan Tips Berikut

11 hari lalu

Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)
Kelola Penggunaan Media Sosial agar Tidak Stres dengan Tips Berikut

Berikut beberapa tips untuk meminimalkan dampak penggunaan media sosial terhadap tingkat stres pada peringatan Bulan Kesadaran Stres.


Dosen di Malaysia Tuding Guru Besar Unas Praktik Penipuan dan Jurnal Predator

14 hari lalu

Ilustrasi jurnal ilmiah. Shutterstock
Dosen di Malaysia Tuding Guru Besar Unas Praktik Penipuan dan Jurnal Predator

Disebutkan, ada sedikitnya 24 dosen dari Universiti Malaysia Terengganu yang telah dicatut namanya dalam sejumlah makalah Guru Besar Unas ini.


'Crazy Rich' Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati untuk Kasus Penipuan Senilai Rp 200 T

14 hari lalu

Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com
'Crazy Rich' Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati untuk Kasus Penipuan Senilai Rp 200 T

Wanita 'Crazy Rich' Vietnam dijatuhi hukuman mati atas perannya dalam penipuan keuangan senilai 304 triliun dong atau sekitar Rp 200 T.


Akibat Awan Tebal, Hilal di Surabaya Tak Tampak

17 hari lalu

Petugas melakukan pemantauan hilal atau rukyatulhilal di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta, Jakarta, Selasa, 9 April 2024. Kementerian Agama menurunkan tim ke 120 lokasi di seluruh Indonesia untuk memantau hilal yang hasilnya akan dibahas dalam sidang isbat guna menentukan 1 Syawal 1445 H. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Akibat Awan Tebal, Hilal di Surabaya Tak Tampak

Para peneliti dari Universitas Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tak melihat hilal akibat tertutup awan.


Waspada Penipuan Bermodus Belanja Online Menjelang Lebaran

19 hari lalu

Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com
Waspada Penipuan Bermodus Belanja Online Menjelang Lebaran

Hati-hati penipuan melalui percakapan teks yang mengatasnamakan kurir dalam fitur pesan instan saat menggunakan platform belanja online.


Waspadai 5 Modus Kejahatan di Musim Mudik Lebaran, Penipuan Tiket sampai Modus Geser Tas

20 hari lalu

Ilustrasi pemudik di stasiun Gambir. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Waspadai 5 Modus Kejahatan di Musim Mudik Lebaran, Penipuan Tiket sampai Modus Geser Tas

Berikut beberapa modus kejahatan yang kerap muncul saat musim mudik Lebaran, dari penipuan tiket hingga modus geser tas.