Abu Astaman Melihat Ruskandar Serahkan Cek Kepada Dadang Sukandar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembantu Umum Yayasan Raudlatul Jannah, Abu Astaman, mengaku kepada tim penyidik Kejaksaan Agung bahwa dirinya melihat sendiri Achmad Ruskandar (waktu itu Deputi Keuangan Bulog) menyerahkan sejumlah cek kepada Pimpinan Yayasan Raudatul Jannah, Dadang Sukandar. "Tapi dia tidak tahu secara pasti jumlah dan nilai cek tersebut, karena dia berdiri agak jauh," kata penasehat hukum Abu Astaman, Sabar O. Sunggu, ketika ditemui wartawan usai pemeriksaan kliennya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (14/1). Abu Astaman diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyelewengan dana nonbujeter Bulog dengan tersangka mantan Menteri Sekretaris Negara Akbar Tandjung, Dadang Sukandar, dan Wilfried Simatiupang (kontraktor penyalur bantuan sembako). Sabar mengatakan, meskipun berdiri agak jauh, kliennya merasa yakin yang diberikan Achmad Ruskandar kepada Dadang adalah cek. "Bisa dipastikan bahwa itu cek," ujar dia tanpa memberi penjelasan lebih lanjut bagaimana bisa memastikan itu. Selain itu, tim penyidik memeriksa pula Tulak Pong Manapang (Direktur PT Arthalapan Bintang Jaya). Ia juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyelewenangan dana nonbujeter Bulog, mulai pukul 10.30 hingga 17.30 WIB. Sementara dua saksi lainnya, Sulistyo Hadi (karyawan Bukopin) dan Yan Palembong (Direktur PT Trans Tigana Service) belum diketahui kabar pastinya. Dalam perkara ini, Sabar bertindak sebagai penasehat hukum dari Abu Astaman, Tulak Pong Manapang dan Wilfried Simatupang. "Keterangan kedua klien saya (Abu Astaman dan Tulak Pong Manapang) tidak ada yang baru. Semua sudah disampaikan saat menjadi saksi dalam perkara RR (Rahardi Ramelan)," ujar dia. Dalam penyaluran sembako tersebut, kata Sabar, kliennya bertugas untuk mengawasi proses penyalurannya. "Dia telah melakukan tugasnya dengan benar. Dia mengawasi sampai ke daerah-daerah yang menerima bantuan," kata Sabar. Namun ia mengaku tidak ingat daerah-daerah mana saja yang sudah menerimanya. "Ini kampung. Sehingga tidak mudah bagi saya untuk mengingatnya," tegas dia. Ketika disinggung pencekalan yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap Wilfried Simatupang, Sabar mengaku berlum mengetahuinya. "Kalau itu benar, saya akan mangambil langkah-langkah yang baik secara hukum untuk kepentingan hukum klien saya," kata dia tanpa menjelaskan apa langkah dimaksud. (Suseno-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.