Sabtu, 24 Februari 2018

Elektabilitas Naik di Survei CSIS, Jokowi: Harus Kerja Keras

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 23:01 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elektabilitas Naik di Survei CSIS, Jokowi: Harus Kerja Keras

    Presiden Jokowi (kiri) berbincang dengan para pimpinan ormas Islam usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, 6 September 2017. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo tidak terlena dengan hasil survei CSIS yang menunjukkan masyarakat puas dengan kinerjanya dan elektabilitasnya naik. Ia malah mengatakan bahwa hasil survei itu tanda pemerintah harus bekerja lebih keras lagi.

    "Hasil yang ditunjukkan survei itu harus memacu kami untuk bekerja lebih keras lagi," ujar Presiden Joko Widodo saat dicegat awak media usai meresmikan gedung baru Perpusnas RI, Kamis, 14 September 2017.

    Baca juga: Johan Budi: Pemerintah Tak Terlena Survei CSIS

    Sebagaiman telah diberitakan, survei CSIS menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat. Bahkan elektabilitas Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2019 juga ikut meningkat.

    Untuk kepuasan terhadap kinerja pemerintah, survei CSIS mencatat peningkatan dari 66,5 persen menjadi 68,3 persen. Sementara itu, untuk elektabilitas, lebih tinggi lagi peningkatannya yaitu dari 41,9 persen menjadi 50,9 persen.

    Baca juga: Kritisi Survei CSIS, Gerindra Optimistis dengan Elektabilitas Prabowo

    Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa tugas pemerintah adalah terus bekerja keras untum memuaskan publik. Nah, nilai nilai baik dari survei, menurutnya, adalah nilai tambah dan catatan.

    "Tugas kami adalah bekerja keras dan saya beserta seluruh kabinet akan terus bekerja keras karena memang tugas kita bekerja. Tentang penialaian baik atau tidak, kami serahkan ke masyarakat," ujar Jokowi.

    Baca juga: CSIS: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi-JK Naik Terus

    Secara terpisah, juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo menganggap tingginya elektabilitas Presiden Joko Widodo merupakan dampak dari kepercayaan publik. Sebab menurutnya, kedua hal itu berhubungan.

    "Hasil survei yang menunjukan tingkat kepercayaan publik kepada Presiden Jokowi masih tinggi. Jadi, selama menjalankan roda pemerintahan, Presiden Jokowi diapresiasi publik," ujar Johan mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.