Sabtu, 24 Februari 2018

Pengacara: Asma Dewi Ditangkap Karena Kriik Rubella dan Daging

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 08:16 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara: Asma Dewi Ditangkap Karena Kriik Rubella dan Daging

    Asma Dewi. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Asma Dewi, Juju Purwantoro, membeberkan sejumlah bukti postingan yang digunakan polisi untuk menjerat kliennya. Menurut Juju, postingan tersebut diunggah Asma Dewi melalui akun media sosialnya sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah.

    “Postingan-postingan itu hanya sebatas mengkritisi,” kata Juju saat memberikan keterangan terkait kasus Asma Dewi di Markas Komando LBH Bang Japar, Rabu, 13 September 2017.

    Baca : Polisi Selidiki Asal Muasal Uang dari Asma Dewi kepada Saracen

    Ia mencontohkan postingan Asma Dewi ketika ramai pemberitaan tentang pemerintah yang akan mengimpor vaksin Rubella. Saat itu, kata Juju, terjadi polemik soal kualitas vaksin yang kurang bagus. “Kemudian beliau (Asma Dewi) memposting bahwa ‘itu terjadi karena dari Cina’. Itu saja,” ujarnya.

    Contoh lainnya, pada sekitar medio 2016, Kementerian Pertanian membuat pernyataan yang menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi jeroan di tengah situasi mahalnya daging. Pernyataan ini mengundang kritik dari Asma Dewi. “Dikomen di media sosial, ‘kok masyarakat disuruh makan jeroan. Kenapa enggak menterinya saja makan jeroan,” kata Juju meniru kritik Asma Dewi kala itu.

    Baca : Mengenal Asma Dewi, Terduga Donatur Saracen

    Selain itu, terdapat kritik yang menurut Juju sangat ringan. Kritik itu terkait pengajaran bahasa Cina di Indonesia. Padahal, kata Juju, Asma Dewi mencontohkan pengajaran bahasa Sansekerta yang ada di Singapura. “Jadi ada kata ‘Cina’ ini apa? Tentu bukan orang, bukan suatu kelompok, atau golongan,” ujarnya.

    Juju mengatakan bukti-bukti postingan itulah yang digunakan kepolisian untuk menjerat Asma Dewi. ”Itu contoh. Ada 3-4 postingan yang dijadikan bukti di pemeriksaan awal,” kata Juju.

    Asma Dewi ditangkap oleh tim dari Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada Senin lalu di rumah kakaknya di Jalan Ampera Raya, Kemang, Jakarta Selatan atas tuduhan penyebaran ujaran kebencian. Setelah dilakukan pendalaman, penyidik menemukan bukti transfer dari Asma Dewi sebesar Rp 75 juta ke NS, anggota inti kelompok Saracen. Polisi sedang mendalami mengenai keterlibatan Asma Dewi dengan Saracen ini.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.