Prasasti di Makam Gus Dur Dibuka, Begini Isinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak makam KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) di kompleks pemakaman keluarga pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat (27/12). TEMPO/Ishomuddin

    Tampak makam KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) di kompleks pemakaman keluarga pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat (27/12). TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Jombang - Sebuah prasasti di makam mantan Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur resmi dipublikasikan mulai Ahad, 10 September 2017. Sejak dipasang pada 21 Juni 2017, prasasti di makam yang berada di pemakaman keluarga pondok pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tersebut sengaja ditutupi kain putih.

    Prasasti berisi kalimat pendek itu merupakan pesan Gus Dur sebelum meninggal. Dalam prasasti yang terbuat dari batu marmer tersebut tertulis kalimat dalam empat bahasa antara lain bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Mandarin.

    Peresmian prasasti dilakukan secara sederhana yang hanya dihadiri keluarga besar dan mantan orang dekat Gus Dur. Mereka menggelar tahlil di makam Gus Dur pada Sabtu malam, 9 September 2017, yang dihadiri isteri Gus Dur, Shinta Nuriyah, dan dua putrinya, Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa) dan Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny).

    Baca juga: Pesan Gus Dur untuk Khofifah dan Perempuan Kartini

    Mantan orang dekat Gus Dur yang hadir diantaranya Ngatawi Al-Zastrow. Sedangkan dari pengasuh pesantren Tebuireng diwakili Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz dan isterinya, Lelly Lailiyah.

    Prasasti yang diresmikan tersebut berisi tulisan warna emas yang berbunyi “Di Sini Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan”. Tulisan ini juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi “Here Rests a Humanist”. Selain itu juga diterjemahkan dalam bahasa Arab dan Mandarin. “Ini memang amanat bapak dan (tulisan) itu untuk menggambarkan universalitas sosok Gus Dur,” kata Yenny.

    Prasasti berukuran panjang 115 centimeter, lebar 60 centimeter, dan tinggi 45 centimeter itu terbuat dari tiga jenis batu alam. Menurut Yenny, pemilihan tiga jenis batu dari tiga peradaban dunia tersebut juga mencerminkan universalitas sosok Gus Dur.

    Pondasi bawah prasasti berbentuk batu itu terbuat dari batu marmer hijau verde patricia impor dari India. Di tengahnya terdapat batu onyx hijau dari Persia dan bagian atas dilapisi marmer putih statuario dari Italia.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.