Jumat, 14 Desember 2018

Ada 1.200 Pilot Menganggur Karena Kompetensi, Apa yang Terjadi?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) memberi sambutan dalam upacara pembukaan penerbangan perdana NAM Air tujuan Jakarta-Banyuwangi di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 16 Juni 2017. Tempo/Maya Ayu

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) memberi sambutan dalam upacara pembukaan penerbangan perdana NAM Air tujuan Jakarta-Banyuwangi di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 16 Juni 2017. Tempo/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  melontarkan fakta menarik soal hubungan antara industri penerbangan, tenaga di bidang itu dan dunia pendidikan khususnya. Saat membuka Rapat Dinas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan di Jakarta, Kamis 7 September 2017, Budi menyebutkan 1.200 Pilot  masih menganggur karena tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan maskapai penerbangan nasional. Sumadi.

    "Memang patut disayangkan di saat industri penerbangan nasional sedang tumbuh tapi ternyata masih ada ribuan Pilot yang lulus sekolah penerbangan masih belum bekerja," kata Budi Karya, Kamis 7 September 2017.

    BACA:  Sistem Check In Error, Pilot Tinggalkan 120 Penumpang ...

    Menurut Menteri Budi, banyaknya pilot yang masih menganggur antara lain disebabkan terlalu banyak sekolah penerbangan di Indonesia yang jumlahnya setidaknya mencapai 20 sekolah, sementara banyak diantaranya yang ternyata tak memiliki fasilitas memadai sebagai sekolah penerbangan.

    Dia mencontohkan ada sekolah penerbangan yang hanya memiliki satu pesawat terbang sehingga jam terbang siswa calon pilot kurang, sehingga saat lulus tak memiliki kompetensi yang memadai. Padahal idealnya sekolah setidaknya harus memiliki empat pesawat untuk digunakan melatih siswa terbang.

    BACA: Pilot yang Diduga Mabuk Punya Pengalaman Terbang

    "Tanpa bermaksud ingin menyalahkan siapa-siapa sebaiknya sekolah penerbangan sebanyak itu dimerjer saja menjadi hanya 10 misalnya agar tak mudah meluluskan siswa menjadi pilot," katanya.

    Dirinya sudah minta Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk segera melakukan merjer sekolah penerbangan yang ada saat ini, agar tak mudah meluluskan siswa menjadi pilot.

    Merjer itu, katanya, dinilai penting agar sekolah memiliki kualifikasi yang baik sehingga mampu meluluskan siswa menjadi pilot yang kompeten.

    BACA: Pilot Citilink Mabuk, Menteri Budi: Kami Minta Maaf

    Untuk mengatasi pengangguran pilot sebanyak 1.200 orang itu, Kementerian Perhubungan secara bertahap akan melakukan seleksi ketat sehingga pilot yang lulus uji kompetensi layak diajukan mendapat pekerjaaan di maskapai penerbangan. Menteri Budi juga minta pilot yang telah lulus seleksi dan memiliki kompetensi agar bisa diterima di maskapai penerbangan.

    "Saya minta kepada maskapai penerbangan nasional untuk mau menerima pilot yang sudah memiliki kompetensi. Demikian juga kepada maskapai penerbangan yang banyak menggunakan pilot asing agar juga mau merekrut Pilot kompeten lulusan dalam negeri," kata Budi Karya Sumadi .

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....