Panas di Arab Capai 50 Derajat C, 68 Calon Haji Indonesia Tumbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim di dunia berbondong-bondong menuju Jabal Rahmah guna melakukan wukuf yang merupakan bagian dari ibadah Haji di Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi, 11 September 2016. REUTERS

    Umat Muslim di dunia berbondong-bondong menuju Jabal Rahmah guna melakukan wukuf yang merupakan bagian dari ibadah Haji di Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi, 11 September 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi cuaca di Mekkah yang kurang bersahabat membuat ratusan anggota jemaah haji Indonesia sakit, bahkan beberapa di antaranya harus dirawat. Hingga kemarin, tercatat sekitar 68 orang harus masuk perawatan ICU.

    Suhu udara di Mekah pada siang hari bisa mencapai 50 derajat Celsius. Suhu panas itu menyebabkan banyak anggota jemaah haji sakit. "Banyak juga jemaah yang mengalami heatstroke," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kementerian Agama, Masduki, Rabu, 30 Agustus 2017.

    Baca juga: Jemaah Haji Diterjang Badai Debu di Mekkah

    Menurut Masduki, sebagian besar anggota jemaah yang sakit mengeluh kelelahan. "Rata-rata juga usianya sudah di atas 60 tahun," kata dia kepada Tempo. Selain itu, karena penyakit bawaan yang kambuh saat berada di Arab Saudi.

    Akibat kondisi itu, kemarin panitia penyelenggara ibadah haji berkoordinasi dengan tim petugas kesehatan untuk mendata jemaah yang akan menjalani safari wukuf. Safari wukuf adalah kegiatan membawa jemaah haji yang sakit menuju Arafah. "Datanya bergerak terus, sedang kami koordinasikan," kata dia.

    Jemaah yang menjalani safari wukuf akan difasilitasi penuh oleh panitia. Dalam keadaan sakit yang masih memungkinkan bergerak, mereka akan dibawa ke wukuf. “Karena ini merupakan syarat ibadah haji. Kalau tidak dilaksanakan, tidak sah,” ujar Masduki.

    Petugas kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia Arafah dan Mekah pun bersiaga dengan datangnya puncak musim haji ini. Kepala Sub-Bagian Pengaduan Masyarakat Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan, Prawito, mengatakan ada 286 petugas kesehatan yang bersiaga di KKIH Mekah.

    "Kami siaga dan siap melayani jika ada jemaah sakit," kata dia. Jika ada jemaah haji yang tak bisa tertangani dengan fasilitas di KKIH, petugas pun akan siap merujuknya ke rumah sakit Arab Saudi di sekitar Arafah.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.