Pendiri Saracen Mengaku Hanya Bajak 150 Akun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jasriadi, Ketua grup Facebook Saracen. youtube.com

    Jasriadi, Ketua grup Facebook Saracen. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari-hari, Jasriadi, warga Pekanbaru, Riau, itu berprofesi sebagai wirausaha. Polisi menangkap pria 33 tahun ini pada 7 Agustus lalu karena mengunggah ujaran kebencian lewat media sosial. Belakangan, Jasriadi yang sehari-hari memiliki usaha rental mobil itu terlibat dalam sebuah sindikat penyedia jasa ujaran kebencian bernama Saracen, bahkan dia menjadi ketuanya.

    Polisi juga menangkap dua pelaku lain, yaitu Faizal Muhammad Tonong sebagai ketua bidang media informasi dan Sri Rahayu Ningsih sebagai koordinator grup Saracen di wilayah. Polisi menyebut, jaringan grup Saracen ini memiliki lebih dari 800 ribu akun.

    BACA: Saracen Punya 800 Ribu Akun Media Sosial, Berikut Aktivitasnya

    Mereka yang tergabung dalam kelompok Saracen ini kerap menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Mereka juga memiliki media online, yaitu Saracennews.com. Situs tersebut masih belum diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

    BACA: Saracen Disebut Catut Nama Wartawan di Pekanbaru

    Kepada Tempo, Jasriadi mengatakan Saracen terbentuk pada 2015, saat diadakan silaturahmi akbar di sebuah masjid di Jakarta Utara soal memilih pemimpin. "Ketika itu ada kawan yang minta agar Saracennews menjadi media Saracen untuk kampanye," kata dia.

    Menurut Jasriadi, Saracennews sendiri dibuat untuk portal berita, yang awal pendiriannya, ia mengutip berita dari sejumlah situs. Ia mengaku bisa membuat portal berita karena pernah belajar jurnalistik. "Rencananya akan rekrut wartawan dulu. Tapi belum kesampaian," kata Jasriadi.

    BACA: Saracen, Membajak Akun Menabur Benci

    Jasriadi mengaku, Saracen melesat setelah ia membajak banyak akun. Namun ia menampik Saracen memiliki 800 ribu akun seperti yang disebut polisi. Ia mengaku hanya memiliki 150 akun, itu pun digunakan untuk promosi usahanya. "Kebanyakan itu, kami hanya seratusan saja," kata Jasriadi sambil menceritakan ia belajar membajak akun Facebook secara autodidak.

    Selengkapnya baca majalah Tempo edisi Senin, 28 Agustus 2017.

    SYAILENDRA PERSADA | HUSSEIN ABRI DONGORAN | NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.