Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Meninggal, Diduga Karena Kedinginan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki melintas di jalur pendakian Gunung Lawu, Jawa Tengah, 13 Oktober 2015. 30 hektar lahan hutan Gunung Lawu di Petak 63 N dan 63 S, Kabupaten Karanganyar habis terbakar. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pendaki melintas di jalur pendakian Gunung Lawu, Jawa Tengah, 13 Oktober 2015. 30 hektar lahan hutan Gunung Lawu di Petak 63 N dan 63 S, Kabupaten Karanganyar habis terbakar. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Magetan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menyatakan bahwa seorang pendaki telah meninggal dunia di Gunung Lawu, Selasa, 22 Agustus 2017. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Ferry Yoga Saputra mengatakan jenazah korban ditemukan di sekitar Pos 5 atau Hargo Dalem yang masuk wilayah Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

    "Dari kartu identitas berupa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang ditemukan, korban bernama Sularno, 50 tahun, warga Karanganyar, Jawa Tengah," kata Ferry saat ditemui di pintu jalur pendakian Cemoro Sewu.

    Baca: Pendaki Gunung Marapi Ditemukan dalam Kondisi Lemas

    Korban, kata dia, mendaki melalui pintu masuk Cemoro Kandang, Karanganyar pada Rabu sore, 16 Agustus 2017. Belum diketahui secara pasti tujuan korban mendaki Gunung Lawu seorang diri tersebut. "Entah untuk merayakan HUT RI ke-72 atau melakukan ritual tertentu," ujar Ferry.

    Ferry menduga penyebab kematian korban karena kedinginan. Berdasarkan catatan BPBD, suhu pada Senin malam, 21 Agustus 2017 mencapai nol derajat Celsius. Sejumlah tim SAR gabungan dari TNI AD, kepolisian, BPBD, Paguyuban Giri Lawu Magetan, dan Anak Gunung Lawu Karanganyar mengevakuasi korban.

    Simak: Pendaki Wanita yang Terjatuh di Gunung Rinjani Ditemukan Selamat

    Tim berangkat dari Cemoro Sewu sekitar pukul 11.00. Proses evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 jam. Kepala Kepolisian Sektor Plaosan Ajun Komisaris Ruwajianto menambahkan tim SAR yang melakukan evakuasi membawa tandu dan kantong mayat.

    Tim diangkut menggunakan mobil dobel gardan menuju Pos Sayur. Dari lokasi itu mereka akan berjalan kaki menuju Pos 5 atau lokasi ditemukannya jenazah korban. "Maka membutuhkan waktu lama," ujar dia.

    Lihat: Badai Landa Puncak Semeru, Pendaki Berhamburan Turun ke Kalimati

    Selain melakukan evakuasi korban di Pos 5, tim SAR gabungan juga bersiaga di sekitar Pos 1 Cemoro Sewu. Badan SAR Pos Trenggalek dijadwalkan datang untuk ikut membantu proses evakuasi. "Koordinasi dengan Polsek Karanganyar juga kami lakukan," kata Ruwajianto.

    Dari hasil koordinasi dengan Polsek Karanganyar, kata Ruwajianto, korban diketahui merupakan seorang difabel. Korban menyandang tuna rungu, tuna wicara, dan kakinya pincang.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.