Jusuf Kalla Tuding Johannes Marliem Berkomplot Rampok Uang Negara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Presiden RI Ke-3 BJ Habibie melihat sejumlah teknologi yang dipamerkan saat peringatan Hari Kebangkitan teknologi Nasional (Hakteknas) di Makassar, 10 Agustus 2017. Peringatan Hakteknas memasuki tahun ke-22. TEMPO/Iqbal Lubis

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Presiden RI Ke-3 BJ Habibie melihat sejumlah teknologi yang dipamerkan saat peringatan Hari Kebangkitan teknologi Nasional (Hakteknas) di Makassar, 10 Agustus 2017. Peringatan Hakteknas memasuki tahun ke-22. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Johannes Marliem adalah contoh diaspora Indonesia yang tidak patut ditiru. Mendiang saksi kunci kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) tersebut dinilainya berkomplot merampok keuangan negara.

    "Dia ternyata mempunyai kelompok mau merampok bangsa ini, merampok keuangan negara. Nah, itu jangan diikuti seperti itu," kata Kalla saat membuka acara Indonesian Diaspora Global Summit di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin, 21 Agustus 2017.

    Baca: Jokowi Ingin Jenius Kembali ke Indonesia, Apa Saja Tantangannya?

    Jusuf Kalla mengatakan apa yang dilakukan Marliem adalah berkomplot untuk merampok keuangan negara dengan ilmu. 

    Tindakan seperti itu, kata Kalla, tidak patut ditiru karena berbahaya bagi negara. "Kami ingin dengan ilmu Anda, dengan perusahaan, Anda membangun bangsa ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya. 

    Johannes Marliem adalah Direktur Utama Biomorf Lone LLC, yang membawahkan PT Biomorf Lone Indonesia. Dia dikabarkan tewas pada Jumat, 11 Agustus 2017, di Los Angeles, Amerika Serikat. Penyebab kematiannya masih simpang siur. 
    Simak juga: Jokowi Minta Diaspora Indonesia Bantu Kinerja Ekspor

    Sejumlah media memberitakan Marliem bunuh diri akibat stres. Namun media lain menyebut Marliem tewas ditembak oleh polisi setempat setelah dia menyandera anak dan istrinya.

    Johannes Marliem menjadi sorotan karena menjadi salah satu saksi kunci dalam pengusutan kasus e-KTP. Sejak proyek itu direncanakan pada 2010, ia terlibat dalam rapat-rapat dan pertemuan perencanaan serta pelaksanaan proyek yang akhirnya merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?