Ini Pasutri Sakinah Teladan Jawa Barat 2017  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini Pasutri Sakinah Teladan Jawa Barat 2017

    Ini Pasutri Sakinah Teladan Jawa Barat 2017

    INFO JABAR - Pasangan suami istri, Prasetyo dan  Lies Nurhayati   asal Kota Bandung meraih penghargaan sebagai Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Pasangan yang telah menikah  44 tahun silam ini dikaruniai tiga orang anak dan tiga cucu. 

    Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu diberikan Gubernur Jabar Ahmad Hermawan. Selain itu, sebanyak 69 orang atau lembaga meraih penghargaan teladan di bidang masing masing. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati kemerdekaan RI ke-72 di di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 16 Agustus 2017.

    Pasangan Prasetyo dan Lies mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Mereka berharap penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi keluarga lainnya dalam membangun rumah tangga sakinah.

    Lies mengakui dalam pernikahan mereka memang selalu ada riak-riak atau masalah yang mendera dalam rumah tangganya. Namun, mereka selalu menyikapinya dengan bijak dan saling mengalah. “Kalau kita marah atau ada masalah, misalnya Bapak (Prasetyo)  sedang emosi, saya (Lies) diam. Nanti kalau dua-duanya sudah tenang kita bisa bicarakan baik-baik,” kata Lies.

    Lies dan Prasetyo mengaku dari awal menikah hingga saat ini mereka berkomiten untuk menikah hanya sekali seumur hidup. “Kita gantian kalau marah. Kalau dua-duanya marah, emosi ya malah rame kan,” ujar Prasetyo menambahkan.

    Pasangan Keluarga Sakinah Teladan ini memang pernah menjuarai Lomba Keluarga Sakinah atau Teladan Tingkkat RW, Tingkat Kelurahan, Tingkat Kecamatan, hingga Tingkat Kota Bandung.

    Tidak mudah mengikuti lomba ini. Menurut pengalaman Prasetyo, lomba ini melibatkan juga keluarga hingga masyarakat  di sekitar rumahnya.  Keluarga dan tetangga juga dimintai informasi oleh  panitia lomba tentang Keluarga Lies dan Prasetyo.

    Tak hanya itu, ketika penjurian pun pengalaman dalam berorganisasi, pengetahuan umum, hingga wawasan kebangsaan dan Pancasila, serta Undang-Undang atau Hukum tentang Perkawinan menjadi materi penilaian.

    "Kebetulan yang ikut lomba ini harus yang aktif di masyarakat. Karena saya pernah menjadi Ketua PKK di RW tempat saya tinggal," ujar Lies.

    "Kalau saya pernah jadi Ketua RT, Ketua RW, sekarang jadi Ketua DKM. Megang yayasan juga yang membawahi TK (Taman Kanak-Kanak)," tambah Prasetyo.

    Awal mengikuti Lomba Keluarga Teladan ini, Lies dan Prasetyo bercerita bahwa mereka sempat dibohongi oleh pihak keluarahan. Mereka memang tidak ingin berpartisipasi dalam lomba. Tapi karena akal-akalan sang lurah, waktu itu Lies dan Prasetyo diundang mengikuti pembinaan keluarga di kelurahan. Padahal, pembinaan tersebut adalah bagian dari penilaian peserta Lomba Keluarga Teladan. "Waktu itu memang ada pembinaan tapi ada meja-meja  buat wawancara," kisah Lies dan Prasetyo.

    Sebagai Keluarga Sakinah Teladan, Prasetyo menjelaskan, ada tiga hal yang selalu dia ajarkan kepada anak-anak dan cucunya. Yaitu agama, kejujuran, dan kesederhanaan. Selain itu, komunikasi dan candaan pun menjadi bumbu dalam keluarga agar lebih mempererat tali kasih sayang di antara keluarga mereka.

    "Sebetulnya mendidik anak tiga kuncinya. Landasan agama, mereka (anak-anak) harus taqwa. Yang kedua, harus mau hidup jujur. Yang ketiga, berpenampilan sederhana. Tiga itu saja," ucap pria Purnawirawan TNI AU ini.

    Pesan Lies dan Prasetyo  untuk seluruh keluarga di Jawa Barat untuk membangun keluarga dengan  landasan iman yang kuat. "Jangan sampai terpengaruh oleh hal negatif dari teknologi, seperti smartphone dan media sosial. Dalam hidup bermasyarakat, gotong royong masih tetap perlu dikedepankan," kata Prasetyo. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.