Minggu, 22 September 2019

Cerita Gatot Nurmantyo Soal ISIS di Marawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo . ANTARA

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo . ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, dirinya telah memprediksi kemunculan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) di Marawi, Filipina selatan. Menurut Gatot, kehadiran ISIS di Marawi sesuai dengan hasil analisis TNI bahwa pusat konflik dunia akan beralih ke wilayah ekuator.

    "Saya sudah katakan sejak dua tahun yang lalu, bahwa Islamic State (ISIS) akan muncul di wilayah Asia Tenggara. Namun saat itu belum banyak yang peduli," kata Gatot dalam sambutan pada acara simposium nasional yang diadakan Taruna Merah Putih di Jakarta, Senin, 14 Agustus 2017.

    Milisi Maute, yang bersumpah setia kepada ISIS, melakukan penyerangan ke Kota Marawi sejak 23 Mei lalu untuk mendirikan kekhalifahan di Filipina. Tentara Filipina terus berperang untuk mengakhiri serangan kelompok teror di Kota Marawi.

    Gatot menyampaikan analisisnya mengenai mengenai konflik di dunia yang beberapa kali diulang di berbagai media. "Minyak dunia akan habis pada 2045, sehingga energi alternatif berupa bioenergi akan diambil dari tumbuhan (hayati). Maka, sebagian tumbuhan untuk makanan manusia, akan dijadikan sumber energi," kata Gatot.

    Kondisi ini, ungkap Gatot, menjadi ancaman langsung bagi negara-negara ekuator yang memiliki sumber kekayaan hayati. "Jadi sudah jelas, ISIS di Marawi itu adalah pancangan kaki untuk ke Malaysia dan Indonesia. Kita harus antisipasi itu," ujar Gatot.

    Dalam sambutannya, Gatot Nurmantyo sempat memutarkan video berisi provokasi sejumlah ulama yang menganjurkan pembunuhan di perang Suriah. "Bangsa Indonesia tidak boleh terprovokasi, tidak boleh seperti Suriah, jangan sampai negeri terjadi perpecahan antar kelompok dan agama," kata Gatot.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe