Bea Cukai Gelar Pertemuan dengan Forum Supply Chain

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai ingin mendapatkan masukan dari para pelaku usaha tentang perkembangan logistik.

    Bea Cukai ingin mendapatkan masukan dari para pelaku usaha tentang perkembangan logistik.

    INFO NASIONAL - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengundang anggota Forum Supply Chain Indonesia (SCI) dalam acara Breakfast Meeting di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa, 8 Agustus 2017. Bea cukai ingin mendapatkan masukan dari para pelaku usaha tentang kondisi terkini terkait dengan perkembangan logistik dan harapan asosiasi yang bergerak di bidang logistik atas program bea cukai.

    Heru berharap melalui acara ini, para pelaku usaha lebih memahami program terobosan bea cukai. “Terobosan itu, seperti program penguatan reformasi kepabeanan dan cukai, penertiban importir berisiko tinggi, progres pusat logistik berikat, dan e-commerce. Selain itu, kami berharap adanya pola komunikasi yang konstruktif antara bea cukai, asosiasi, dan para pelaku usaha dalam meningkatkan kinerja bea cukai serta perekonomian Indonesia,” ujarnya.

    Heru menambahkan, para pengusaha yang tergabung dalam Forum SCI bebas memberikan masukan atas permasalahan yang terjadi di lapangan, khususnya terkait dengan kepabeanan dan cukai. Nantinya masukan itu dijadikan sebagai solusi.

    Senada dengan Heru, Koordinator SCI, Setijadi, berharap dengan adanya pertemuan ini, anggota asosiasi dan kementerian atau lembaga terkait, dalam hal ini Bea Cukai dan Kementerian Koordinator Perekonomian yang diwakili Asisten Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian, Erwindra, bisa saling berdiskusi untuk memberikan solusi atas permasalahan di lapangan dan membahas hal-hal penting bagi kemajuan Indonesia, khususnya di bidang perdagangan.

    Tak hanya dihadiri pelaku usaha, anggota asosiasi logistik, dan forwarding, pertemuan ini juga dihadiri pihak akademisi, seperti perwakilan dari Lab System Modelling, Universitas Pelita Harapan, tim peneliti Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Pos Indonesia, dan Politeknik Pos Indonesia.

    Salah seorang perwakilan akademisi, Didit, mengatakan pembenahan sistem logistik seharusnya dimulai dari pendidikan. “Setelah 18 tahun berkecimpung di dunia logistik, pembenahan sistem logistik kita harus dimulai dari hulu, dalam hal ini adalah pendidikan. Konseling pertama terkait dengan logistik harus dimulai dari kampus, yakni di beberapa kampus sudah ada jurusan logistik. Namun memang kadang agak kesulitan untuk mendapatkan informasi langsung dari praktisi atau pemerintah sebagai penyusun regulasi. Mungkin kami bisa datang ke lapangan sebagai alternatif untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang apa yang dipelajari di kampus,” ujarnya.

    Menanggapi usulan itu, Heru mengatakan pihaknya mendukung penuh program edukasi masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa. “Hal ini merupakan perhatian utama bea cukai, yaitu dengan mengedukasi pelajar dan mahasiswa akan tugas pokok dan fungsi bea cukai serta prosedur impor dan ekspor yang sesuai aturan. Pendidikan logistik memang harus dilakukan,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga