Pekerjaan Rumah Nana Setelah Tak Lagi Pegang Mata Najwa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Arnold Simanjuntak

    Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta -Najwa Shihab ternyata punya banyak pekerjaan rumah setelah tak lagi memandu program Mata Najwa, di Metro TV. Program talk show Mata Najwa itu  berakhir Agustus ini yang dalam prorgam pamitan disebut “Agustus Penghabisan”.

    Najwa mengumumkan pamitannya melalui sosial media. Apalagi bukan cuma tayangan Mata Najwa yang berakhir, tapi karir perempuan yang akrab disapa Nana itu  di Metro TV juga berakhir.

    Meski mundur dari Mata Najwa, Nana begitu panggilan akrab Najwa Shihab tetap harus menjalankan tugasnya sebagai Duta Baca Indonesia. Tugas itu diberikan oleh Perpustakaan Nasional saat dirinya masih menjadi “tuan rumah” Mata Najwa.

    Nana yang kala itu juga menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV ini terpilih menjadi Duta Baca Indonesia untuk periode 2016-2020 setelah melalui seleksi dari dewan juri dan polling di masyarakat.

    “Sebagai Duta Baca, Najwa diharapkan dapat menjadi motivator nasional untuk meningkatkan minat baca masyarakat serta memperkuat kegiatan Perpustakaan Nasional dalam mengkampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca,” ujar Sri Sularsih, Kepala Perpustakaan Nasional RI.

    Sampai tahun 2020, Najwa Shihab mengajak masyarakat untuk membudayakan membaca buku setiap hari dengan meluangkan waktu minimal 20 menit sehingga bisa menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan.

    "Jika seseorang membaca buku 20 menit saja dalam satu hari maka akan bisa membaca 50 halaman dan dalam setahun bisa membaca 141 buku," kata Najwa.

    Selaku Duta Baca, Najwa Shihab pun masih harus memaksa dirinya untuk membaca setiap hari. Sebagai orang yang cukup sibuk dengan berbagai kegiatan, ia tetap menargetkan dirinya membaca 30 halaman per hari. Hal itu lebih sering dilakukannya setelah salat Subuh. "Karena di pagi hari belum banyak kegiatannya," tambahnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.