Awasi Kecurangan CPNS 2017, Menpan Gandeng Lembaga Sandi Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari seluruh Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan Kementerian Kesehatan, Jakarta, 4 Mei 2016. Mereka mendesak agar diangkat menjadi PNS tanpa harus melalui seleksi dengan menerapkan batasan usia bidan desa yang dapat diangkat menjadi CPNS. TEMPO/Imam Sukamto

    Ribuan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari seluruh Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan Kementerian Kesehatan, Jakarta, 4 Mei 2016. Mereka mendesak agar diangkat menjadi PNS tanpa harus melalui seleksi dengan menerapkan batasan usia bidan desa yang dapat diangkat menjadi CPNS. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Mataram - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menggandeng Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) guna mengantisipasi segala bentuk kecurangan yang mungkin terjadi dalam proses penerimaan (CPNS) pada 2017.

    "Inilah maksud kami menggandeng Lemsaneg untuk mengantisipasi kecurangan yang terjadi di dalam prosesnya. Nantinya akan ada metode enkripsi, ini yang digunakan untuk memproteksi data-datanya," kata Asisten Deputi Koordinasi dan Pemantauan Pelayanan Publik Wilayah II Kemenpan-RB Jeffrey Muller di Mataram, Kamis, 3 Agustus 2017.

    Jeffrey Muller mengungkapkan hal itu saat berkunjung ke Markas Kepolisian Resor Mataram bersama tim dari Kemenpan-RB dalam rangka mengevaluasi sistem pelayanan publik yang telah berjalan.

    BACA: CPNS 2017, Menpan: Kuota Formasi Lulusan Cum Laude 10 Persen

    Untuk 2017, Kemenpan-RB menyiapkan kursi CPNS di lingkup Kemenkumham dan Mahkamah Agung yang pendaftarannya telah resmi dibuka pada awal Agustus 2017 melalui sistem online.

    "Proses seleksinya nanti kita gunakan aplikasi yang namanya CAT (computer assisted test). Dengan aplikasi ini, tidak ada lagi yang bisa berbuat curang, hasilnya bisa langsung terbaca, on real time," ucapnya.

    BACA: Pendaftaran CPNS 2017, Menteri PAN RB: Tidak Ada Pungutan Biaya

    Karena itu, untuk mengantisipasi tindak kejahatan di dunia maya yang makin merebak di Tanah Air, Kemenpan-RB mengajak Lemsaneg untuk memproteksi sistem. Termasuk mengajak para penggiat IT untuk memantau pelaksanaannya.

    "Selain menggandeng Lemsaneg, kita juga mendapat bantuan dari teman-teman penggiat IT. Ini salah satu upaya kita dalam mengantisipasi kecurangan," ujarnya.

    BACA: Jurus Lolos CPNS 2017, Berikut Model Soal dan Tes Kompetensi

    Dengan adanya pengawasan di dunia maya ini, Jeffrey optimistis bahwa proses penerimaan CPNS 2017 akan berjalan lancar dan tentunya memberikan kemudahan bagi para pesertanya.

    "Jadi hasil tesnya tidak perlu menunggu lama lagi. Begitu selesai ikut tes, orang itu bisa langsung mengetahui hasilnya, apakah dia lulus atau tidak," kata Jeffrey.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.