Tari Gandrung Banyuwangi Akan Tampil di Peringatan HUT RI Ke-72

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan penari saat pementasan kolosal Tari Gandrung Sewu di Pantai Boom, Banyuwangi, 29 November 2014. Pementasan Gandrung Sewu, tari tradisional Banyuwangi yang membawakan tema Seblang Sewu ini di ikuti 1200 penari dari seluruh desa di Banyuwangi. TEMPO/Fully Syafi

    Ratusan penari saat pementasan kolosal Tari Gandrung Sewu di Pantai Boom, Banyuwangi, 29 November 2014. Pementasan Gandrung Sewu, tari tradisional Banyuwangi yang membawakan tema Seblang Sewu ini di ikuti 1200 penari dari seluruh desa di Banyuwangi. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Tari Gandrung Banyuwangi bakal tampil dalam peringatan HUT RI ke-72 di Istana Negara. Tarian yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Bukan Benda oleh Kemendikbud pada 2013 lalu itu bakal ikut menyemarakkan peringatan kemerdekaan Indonesia pada Agustus mendatang.
     
    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penampilan Tari Gandrung dalam HUT RI ke-72 merupakan kehormatan bagi warga daerah. Sebelumnya, seniman-seniman belia Banyuwangi membawakan Tari Gandrung pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun lalu di hadapan Presiden Joko Widodo.

    Baca juga: Presiden Jokowi Minta Ulama Buka Peringatan Hut RI ke-72
     
    "Ini merupakan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat, dari Presiden, dari kementerian terkait dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menjadi panitia, terhadap kekayaan seni budaya nusantara. Artinya kita semua sepakat bahwa keragaman seni budaya nusantara ini bukan menjadi pemecah belah, tapi perekat bangsa," ujar Anas melalui rilis yang diterima Tempo, Senin, 31 Juli 2017.
     
    Dengan tampil di Istana Negara, para seniman yang membawakan tarian Gandrung ini bakal memperoleh pengalaman berharga tak terlupakan. Apalagi, mayoritas yang tampil adalah anak-anak muda usia SMA. "Seperti pengalaman tampil di peringatan Sumpah Pemuda di Istana pada tahun lalu, menjadi pengalaman tak ternilai bagi pelajar SMA di Banyuwangi yang membawakannya," ujarnya. 
     
    Menurut Anas, ini bisa menjadi pemicu bagi anak-anak muda untuk berkarya lebih baik dan lebih keras dalam mengejar mimpi-mimpinya. Anas juga berterima kasih kepada seluruh seniman dan budayawan di Banyuwangi yang selama ini terus berkarya tanpa lelah mengembangkan seni-budaya daerah.

    "Ada banyak seniman dan budayawan lintas generasi dari tua sampai muda yang terus bersemangat. Karya kreatif mereka juga difasilitasi lewat festival-festival budaya di Banyuwangi," ujarnya.
     
    Tari Gandrung merupakan tarian khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai “Warisan Budaya Bukan Benda” oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2013. Untuk mengangkat dan melestarikan kesenian daerah, Pemerintah Banyuwangi setiap tahunnya menggelar atraksi kolosal Festival Gandrung Sewu. Lebih dari seribu penari muda Gandrung tampil dalam acara yang selalu digelar di bibir pantai tersebut.
     
    "Tahun ini Festival Gandrung Sewu akan digelar pada 8 Oktober. Aksi kolosal tari gandrung ini selalu ditunggu-tunggu wisatawan," kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda. Dan masyarakat bisa melihat Tari Gandrung pada peringatan HUT RI ke-72.
     

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.