Program Vokasi Industri Diluncurkan di Jabar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melalui program vokasi, pemerintah tengah menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia lokal yang kompeten.

    Melalui program vokasi, pemerintah tengah menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia lokal yang kompeten.

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan  mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan peluncuran program pendidikan vokasi industri di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 28 Juli 2017.

    Program pendidikan vokasi industri merupakan bagian dari revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016.

    Jokowi mengatakan selama ini pemerintah memiliki kebijakan yang fokus pada pembangunan infrastruktur. Menurut Presiden, itu dilakukan guna mempersiapkan daya saing Indonesia dari segi aksesibilitas.

    Untuk memperkuat itu, kata Jokowi, tak kalah penting untuk digalakkan  pembangunan  sumber daya manusia (SDM). Pemerintah tengah mengupayakannya lewat berbagai pelatihan hingga memasukkan kurikulum vokasional mulai pada tingkat SMK. Bahkan, pembekalan vokasional pun mulai diberikan kepada pendidikan pesantren. "Pemerintah fokus ke infrastruktur, pelabuhan, jalur kereta api luar Jawa, jalan tol, untuk apa? Untuk mempersiapkan daya siang kita agar kompetitif, untuk bisa berkompetisi dengan negara lain. Karena persaingan global memerlukan itu," kata Jokowi.

    "Tapi setelah infrastruktur itu, tahapan besar kedua yaitu pembangunan SDM, dan ini sudah kita mulai pada hari ini dengan training-training, kerja sama, link and match antara industri dan SMK, juga dengan pondok pesantren. Saya senang sekali SMK sekarang sudah bekerja sama dengan industri,"  ujar Presiden.

    Jokowi berharap SMK tidak terjebak dengan kurikulum lama yang kaku, tapi harus bisa lebih fleksibel dan mengikuti perkembangan, tuntutan, dan kebutuhan industri. "Jangan sampai kita kejebak kurikulum lama, kurikulum harus fleksibel, jurusan jangan itu-itu saja, tapi berkembang saja sesuai kebutuhan," katanya.

    Senada  dengan Jokowi,  Ahmad Heryawan mengatakan link and match antara kebutuhan industri dengan kurikulum vokasional yang diajarkan pada siswa menengah kejuruan sangat penting. "Sekarang pemerintah pusat, pemerintah daerah mendorong supaya ada link and match antara SMK dengan dunia usaha atau dunia industri," katanya.

    Sementra itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan melalui program vokasi, pemerintah tengah menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia lokal yang kompeten.

    Di wilayah Jawa Barat, menurut Airlangga, Kementerian Perindustrian melibatkan 141 industri dan 393 SMK di program vokasi industri. "Ke depan,  pemerintah menargetkan  845 ribu lulusan SMK bisa tersertifikasi dari hasil program vokasi industri," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.