Kasus Hermansyah, Kapolri Tito: Pengusutan Polisi Profesional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, bersama empat tersangka terkait kasus pembacokan ahli telematika Hermansyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, 13 Juli 2017. Mochamad Iriawan meminta masyarakat tidak mengaitkan kasus penyerangan terhadap pakar telematika Hermansyah dengan kasus dugaan pornografi yang menjerat Rizieq Shihab dan Firza Husein, selain itu kepolisian berhasil mengamankan barang bukti dua unit mobil, dompet, pakaian dan empat tersangka. TEMPO/Imam Sukamto

    Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, bersama empat tersangka terkait kasus pembacokan ahli telematika Hermansyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, 13 Juli 2017. Mochamad Iriawan meminta masyarakat tidak mengaitkan kasus penyerangan terhadap pakar telematika Hermansyah dengan kasus dugaan pornografi yang menjerat Rizieq Shihab dan Firza Husein, selain itu kepolisian berhasil mengamankan barang bukti dua unit mobil, dompet, pakaian dan empat tersangka. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memastikan proses hukum atas pengeroyokan atas pakar telematika alumnus Institut Teknologi Bandung, Hermansyah, berjalan profesional. Sebab, ia menilai, terdapat isu yang berkembang dalam menentukan motif pengeroyokan.

    "Meskipun ada isu yang berkembang tentang motif, tim Polda Metro tidak terpengaruh isu berkembang, tapi lebih ke langkah profesional," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 17 Juli 2017.

    Baca: Keluarga Hermansyah Membantah Irina Ustinova Mantan PSK

    Tito menyebut kunci pengungkapan kasus ini berasal dari pelaku. Dia mengatakan pelaku pengeroyokan mengatakan pengeroyokan ini berawal dari mobil pelaku dan korban bersenggolan. "Akhirnya kejar-kejaran, berhenti, lalu membacok. Setelah peristiwa itu, mereka lari ke Bandung," ujarnya.

    Pelaku pun lari ke Bandung, Jawa Barat. Setelahnya, kata Tito, banyak motif, termasuk motif politik, yang berkembang dalam proses pengejaran oleh kepolisian. Mendengar isu motif yang beredar, kata Tito, membuat pelaku ketakutan. "Sehingga mereka ingin menyerahkan diri, lalu kemudian dilakukan penangkapan," ucapnya.

    Ia pun meminta publik mengikuti seluruh proses hukum terduga pelaku hingga pengadilan. "Prinsipnya, semua pasti sampai ke pengadilan dan tidak bisa di-setting, karena mereka bukan aktor," ujar Tito.
    Simak pula: Kronologi Pengeroyokan Hermansyah ITB Versi Tersangka

    Pengeroyokan terhadap Hermansyah terjadi sekitar pukul 04.00 WIB pada 9 Juli 2017. Saat itu Hermansyah dan istrinya hendak pulang ke Depok menggunakan mobil Toyota Avanza B-1086-ZFT. Di Jalan Tol Jagorawi KM 6, mobilnya bersenggolan dengan mobil jenis sedan.

    Pengemudi sedan memaksa Hermansyah menepi. Saat itulah Hermansyah dikeroyok oleh lima orang, yang satu di antaranya menggunakan senjata tajam. Akibat pembacokan itu, Hermansyah mengalami luka serius di bagian kepala, leher, dan tangan.

    Dua pria yang diduga terlibat penganiayaan Hermansyah pun ditangkap. Penangkapan itu berlangsung di kawasan Sawangan, Depok, Rabu dinihari, 12 Juli 2017.

    ARKHELAUS W.

    Video Terkait:
    Pelaku Pembacokan Ahli IT Hermansyah Diringkus Polisi, Ini Motif Pembacokannya




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.