Ada Surat Ancaman Untuk Banser NU, Said Aqil: Kami Tidak Takut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KH. Said Agil Siradj. TEMPO/Tony Hartawan

    KH. Said Agil Siradj. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menemukan selembar kain menyerupai bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Kepolisian Sektor Kebayoran Lama, kemarin. Selain bendera, terdapat sepucuk surat yang berisi ancaman kepada anggota Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Detasemen Khusus 88 Antiteror, dan Barisan Ansor Nahdlatul Ulama (Banser NU).

    Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengaku tidak terancam dengan keberadaan surat itu. ”Enggak takut,” kata dia setelah halalbihalal Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Juli 2017.

    Baca juga:
    Banser dan Ansor Tak Takut Ancaman ISIS
    Pemasang Bendera ISIS Ancam Bikin Jakarta seperti Marawi

    Menurut Said Aqil, kelompok ISIS sebagai kelompok yang kecil dan sedikit jumlah anggotanya. ”Hanya saja, mereka nekat, militan, saling back up, ada sistem, ada koordinasi, ada dana, dan ada latihan. Itu saja. Jangan takut,” kata dia menegaskan.

    Sebaliknya, ia menyebut bahwa Banser NU siap menghadapi ancaman yang datang pada organisasi Islam asal Jawa Timur itu. “Kenapa enggak,” ujarnya.

    Kendati demikian, Said Agil mengatakan, pihaknya tetap waspada, jika ancaman itu direalisasikan terhadap Banser NU maupun Gerakan Pemuda Ansor. “Kita waspada, bukan berarti takut,” katanya.

    CAESAR AKBAR  I  S. DIAN ANDRYANTO

    Video Terkait:
    Beredar Video ISIS Akan Serang Indonesia dan Malaysia






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.