Kasus Ujaran Kebencian, Buni Yani Bantah Edit Video Pidato Ahok

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Buni Yani menjalani sidang perdana kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Bandung, 13 Juni 2017. Pidato Ahok tersebut disampaikan di Kepulauan Seribu pada September 2016. ANTARA/Agus Bebeng

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian buntut pidato bekas Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Buni Yani menyampaikan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Nota keberatan itu disampaikan Buni saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan ujaran kebencian di Gedung Arsip, Kota Bandung, Selasa, 20 Juni 2017.

Pada sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim M. Saptono itu, kuasa hukum Buni Yani silih berganti membacakan uraian dari poin-poin nota keberatan. Ada 9 poin nota keberatan yang diajukan oleh Buni dan kuasa hukumnya.


Baca : Buni Yani Didakwa Edit Video Pidato Ahok dan Memicu Kebencian

Kuasa hukum Buni Aldwin Rahadian mengatakan, salah satu poin nota keberatan yang pihaknya ajukan ialah mengenai dakwaan yang menuduh Buni telah mengedit video pidato bekas Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Atas tuduhan tersebut Buni didakwa melanggar pasal 32 ayat ayat 1 UU ITE.

"Buni Yani tidak pernah sama sama sekali memotong video. Pasal 32 sangat mengada-ada. Tidak pernah ada pemotongan," ujar Aldwin saat ditemui wartawan selepas sidang.

Dakwaan tersebut berkaitan dengan aktivitas Buni Yani yang diduga menyebarkan video pidato Ahok yang durasinya telah dipotong. Dalam postingannya, Buni hanya menempelkan video pidato saat bekas Gubernur Jakarta itu menyinggung surat Almaidah di menit 24-25. Padahal, durasi utuh video pidato Ahok itu tayang selama 1 jam 48 menit.


Simak : Besok, Buni Yani Mulai Diadili di Pengadilan Negeri Bandung

Aldwin menambahkan, pasal tersebut pun belum pernah disangkakan kepada Buni saat menjalani penyelidikan maupun penyidikan.

"Tentang penyusunan surat dakwaan yang tidak berdasarkan ketentuan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHP karena mendakwa pasal yang tidak pernah disangkakan terhadap terdakwa dan tidak terdapat dalam berkas perkara," kata Aldwin.

Saat menjalani sidang, Buni menggunakan kemeja berwarna putih dengan celana berwarna cokelat muda. Selama proses persidangan itu, Buni hanya mendengarkan uraian nota keberatan yang dibacakan oleh kuasa hukumnya.

Sementara itu, di luar ruang persidangan puluhan orang yang tergabung dalan Aliansi Pergerakan Islam dan Front Pembela Islam melakukan aksi membela Buni. Pada sidang kali ini, Pengadilan Negeri Bandung memindahkan lokasi sidang ke Gedung Arsip Kota Bandung.

Baca juga : Cerita Ahok 1 Bulan Dipenjara, Membalas Surat Sampai Menulis Buku

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menanggapi soal nota keberatan yang disampaikan kuasa hukum Buni. Pihak JPU akan menanggapi eksespsi tersebut pada 4 Juli 2017.

Buni didakwa dua pasal sekaligus, yakni pasal 28 ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaski Elektronik tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian.

Selain itu, Buni didakwa melanggar pasal 32 ayat 1 UU ITE. Dalam dakwaan itu, Buni Yani didakwa telah mengubah atau mengurangi video pidato Basuki Tjhaja Purnama yang ia sebarkan melalui akun Facebook miliknya.

IQBAL T. LAZUARDI S






Grace Natalie Jadi Plt Ketua DPW PSI DKI Menggantikan Bekas Staf Ahok yang Mundur

11 jam lalu

Grace Natalie Jadi Plt Ketua DPW PSI DKI Menggantikan Bekas Staf Ahok yang Mundur

Michael Victor Sianipar resmi mengundurkan diri dari PSI. Grace Natalie kini menjabat Ketua DPW PSI DKI Jakarta.


Mundur dari PSI, Michael Sianipar Singgung Konsisten Kritisi Anies Baswedan dan Formula E

11 jam lalu

Mundur dari PSI, Michael Sianipar Singgung Konsisten Kritisi Anies Baswedan dan Formula E

Bekas staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Michael Victor Sianipar, mundur dari PSI. Dia menyinggung telah mengkritisi Anies Baswedan dan Formula E


Hengkang dari PSI, Michael Sianipar: Partai yang Saya Cita-citakan Sudah Berubah

12 jam lalu

Hengkang dari PSI, Michael Sianipar: Partai yang Saya Cita-citakan Sudah Berubah

Michael Victor Sianipar mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DKI Jakarta.


Bekas Staf Ahok Michael Sianipar Mundur dari PSI

12 jam lalu

Bekas Staf Ahok Michael Sianipar Mundur dari PSI

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengundurkan diri dari PSI.


Berebut Gedung Sate: Episode Perang Kemerdekaan Lawan Sekutu di Bandung 3 Desember 1945

2 hari lalu

Berebut Gedung Sate: Episode Perang Kemerdekaan Lawan Sekutu di Bandung 3 Desember 1945

Gedung V & W, cikal bakal Gedung Sate ini dipertahankan mati-matian sampai titik darah penghabisan oleh para pemuda atau pegawai Departemen PU.


Wali Kota Bandung Kirim Rekomendasi UMK 2023 Naik 9,65 Persen

4 hari lalu

Wali Kota Bandung Kirim Rekomendasi UMK 2023 Naik 9,65 Persen

Kenaikan UMK 2023 sebesar 9,65 persen diklaim paling moderat dan rasional.


Jakpro Sempat Tawarkan Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp1,5 Juta, Kent: Menyakiti Warga

5 hari lalu

Jakpro Sempat Tawarkan Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp1,5 Juta, Kent: Menyakiti Warga

Hardiyanto Kenneth mengkritik harga sewa Kampung Susun Bayam (KSB) per bulan yang harus dibayar warga Kampung Bayam karena dinilai tidak berpihak.


4 Ekor Monyet Berkeliaran di Kota Bandung, BBKSDA Jabar Duga Satwa Peliharaan

5 hari lalu

4 Ekor Monyet Berkeliaran di Kota Bandung, BBKSDA Jabar Duga Satwa Peliharaan

Tim BBKSDA dan mitra instansi masih berupaya menangkap empat ekor monyet itu agar tidak berkeliaran di pemukiman warga.


Ingin Jadi Pengusaha Produk Kecantikan, Orang Boyolali Dilaporkan ke Polres Metro Depok

14 hari lalu

Ingin Jadi Pengusaha Produk Kecantikan, Orang Boyolali Dilaporkan ke Polres Metro Depok

Berniat jadi pengusaha produk kecantikan, nasib wiraswasta asal Boyolali, Jawa Tengah, Amiruddin malah berujung dilaporkan ke polisi.


Nikita Mirzani Jalani Sidang Hari Ini, Siapkan 9 Bantahan & Minta Ditangani Dewan Pers

14 hari lalu

Nikita Mirzani Jalani Sidang Hari Ini, Siapkan 9 Bantahan & Minta Ditangani Dewan Pers

Nikita Mirzani, hari ini, Senin, 21 November 2022, untuk kedua kalinya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Serang.