Mudik 2017, Underpass Simpang 5 Bandara Makassar Lusa Dibuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) meninjau proyek pembangunam Underpass Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, 15 Maret 2017. Proyek Underpass Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sepanjang satu kilometer yang menghabiskan APBN sebesar Rp169 miliar, ditargetkan rampung dalam 116 hari ke depan. Foto: Iqbal Lubis

    Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) meninjau proyek pembangunam Underpass Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, 15 Maret 2017. Proyek Underpass Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sepanjang satu kilometer yang menghabiskan APBN sebesar Rp169 miliar, ditargetkan rampung dalam 116 hari ke depan. Foto: Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Proyek underpass Simpang Lima Bandara Makassar bakal mulai dioperasikan lusa untuk mengantisipasi kemacetan parah saat arus mudik 2017 pekan depan.

    "Sebenarnya terowongan Simpang Lima Bandara belum rampung 100 persen. Tapi untuk meminimalisir kemacetan, kita buka untuk jalur mudik," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Metro Underpass Makassar, Malik, pada Kamis 15 Juni 2017.
    Baca :

    Pantau Arus Mudik Lebaran 2017, Jasa Marga Pasang Alat Canggih

    Mudik 2017, BPJS Kesehatan Siapkan Posko di 8 Titik

    Malik menjelaskan bahwa dibukanya terowongan underpass tersebut hanya untuk digunakan jalur mudik. Sehingga sepekan sudah lebaran underpass akan kembali ditutup lagi.

    Pasalnya, pekerjaan dindingnya belum dipasangkan ikon-ikon Sulawesi Selatan, seperti gambar rumah Tanah Toraja, Balla Lompoa dan kapal phinisi. "Kan masih ada sedikit pekerjaan yang belum selesai, sehingga H+7 lebaran kita akan tutup lagi," kata Malik lagi.

    Malik meyakini jika keberadaan terowongan Simpang Lima Bandara tersebut bakal bisa mengurai kemacetan. Sebab, kata dia, kemacetan terjadi di sepanjang jalan mulai pukul 16.00 Wita-22.00 Wita lantaran adanya pasar-pasar dipinggir jalan sehingga menghambat jalur kendaraan yang menuju ke arah Kota Makassar- Kabupaten Maros.

    Sementara itu, Anggota Komisi D bidang pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Syamsuddin Karlos mengungkapkan bahwa menjelang lebaran kendaraan dipastikan bakal menumpuk. Sehingga, dengan dibukanya terowongan underpass maka bisa mengurai kemacetan. "Kami berharap underpass ini bisa mengurai kemacetan, kalau tidak maka proyek ini sia-sia," tuturnya.
    Simak juga :

    Mudik 2017, PMI Siagakan 328 Ambulans dan 7.810 Tenaga Medis  

    Ada 12 Titik Macet, Sumatera Barat Siapkan Jalur Mudik Alternatif

    Dia menjelaskan bahwa keberadaan simpang lima bandara ini bisa mengurangi kemacetan hingga 30 persen, terutama pengendara yang dari wilayah Kabupaten Maros dan ingin masyuk ke Jalan Tol Reformasi dan Jalan Perintis Kemerdekaan. "Lebih banyak pengendara yang masuk melalui jalan tol dibandingkan lewat Perintis Kemerdekaan. Jadi kedua pihak yakni dinas perhubungan dan balai besar harus berkoordinasi."

    Gubernur Sulawesi Sleatan Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan pihaknya ingin langsung melihat proyek underpass ini berjalan dan bisa dilalui pemudik menjelang Idul Fitri 2017. Karena itu ia meminta pengerjaan tiang tidak usah ditutupi terlebih dahulu agar bisa terlihat nilai artistik dari terowongan simpang lima bandara tersebut. "Tiangnya memang belum rampung, tapi tidak usah ditutupi nanti supaya terlihat ciri khas Sulsel," ucap Syahrul.

    DIDIT HARYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.