Ditemukan Spesies Mangrove Langka di Kalimantan Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutan mangrove. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Hutan mangrove. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Pontianak - Sahabat Masyarakat Pantai (Sampan) Kalimantan, merilis temuan berupa tumbuhan langka dari hasil penelitian di kawasan bentang pesisir Padang Tikar dan bentang pesisir Dabung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Satu spesies mangrove sejati yang hampir punah, ditemukan di kawasan tersebut.

    “Penemuan spesies tumuk putih atau (Bruguiera hainesii) merupakan yang pertama kali di Indonesia. Tadinya, mangrove jenis ini hanya terdapat di tiga negara; Malaysia, Singapura dan Papua Nugini,” ujar Denni Nurdwiansyah, manager program Sampan, menjelaskan penemuan tumbuhan langka, Rabu 14 Juni 2017.

    Denni mengatakan merujuk pada www.iucnredlist.org, tumuk putih masuk dalam kategori Critically Endangered (CN) atau terancam punah. Jumlah populasi di tiga negara yang terdapat tumuk putih tidak lebih dari 203 pohon. Sebanyak 80 pohon berada di Malaysia, tiga pohon di Singapura dan 120 pohon di Papua Nugini.

    “Status keterancaman spesies ini lebih mengkhawatirkan dari jenis flora mangrove populer yakni Kandelia (Kandelia candel) dengan status Least Concern (LC) dan jenis fauna khas mangrove Bekantan (Nasalis larvatus) dengan status Endangered (EN),” ujarnya.

    Bekti Saputro, mangrove specialist dari Sampan Kalimantan, menambahkan, penemuan Spesies ini menjadi indikator bahwa ekosistem mangrove Bentang Pesisir Padang Tikar masih sehat dan terjaga dengan baik. “Hal ini dibuktikan dengan keberadaan tutupan hutan mangrove di Bentang Pesisir Padang Tikar yang masih terjaga dengan baik,” katanya.

    Terjaganya mangrove membuktikan komitmen tinggi masyarakat Bentang Pesisir Padang Tikar untuk menjaga dan melestarikan keberadaan ekosistem mangrove. Penemuan ini tentunya harus menjadi perhatian semua pihak dalam mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan mangrove oleh masyarakat secara serius dan konkret.

    Dengan demikian, mangrove di Bentang Pesisir Padang Tikar merepresentasikan 33 persen dari total 202 jenis mangrove yang terdata di Indonesia atau 47 persen dari total 150 jenis mangrove di Pulau Kalimantan. Khusus mangrove sejati, Bentang Pesisir Padang Tikar merepresentasikan 82,5 persen dari total 40 jenis mangrove sejati yang ada di Indonesia.

    Selain tumuk putih, ditemukan tiga spesies mangrove yang masuk dalam kategori mengkhawatirkan yaitu; dungun (Heritieria globosa) yang masuk dalam status Endengered (EN); gedabu (Sonneratia ovata) dengan status Near Threatened (NT); dan terumtum (Aegiceras floridum) dengan status Near Threatened (NT).

    Penemuan tumbuhan langka ini mengkonfirmasi bahwa Kabupaten Kubu Raya, khususnya Bentang Pesisir Padang Tikar merupakan salah satu ekosistem mangrove yang terlengkap dan terkaya di Asia Tenggara dengan total luas 59.847 hektare.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.