Alasan Dedi Mulyadi Belum Deklarasi 'Nyalon' Gubernur Jawa Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Dukungan dari berbagai elemen agar Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat di Pilkada 2018 terus mengalir. Namun hingga saat ini, Dedi belum juga mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur.

    Ihwal belum juga deklarasi calon gubernur, Dedi Mulyadi dengan santai mengatakan, “Kita enggak boleh ge er. Yang ngedukung, tiap orang bisa bikin dukungan-dukungan, tetapi kan kita harus melihat apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan publik Jawa Barat,” kata Dedi saat menggelar Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al Hamidiyah, Kampung Cipancur, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasimalaya, Ahad petang 4 Juni 2017.

    Baca juga:

    Pilgub Jawa Barat, Padepokan Wayang Golek Dukung Dedi Mulyadi

    Selama ini, Dedi gencar berkunjung ke sejumlah daerah untuk mempelajari kebutuhan masyarakat. “Saya sebenarnya dari dulu tuh mempelajari. Saya sampai keliling ke wilayah Indramayu, Cirebon, Karawang, Bekasi, apa sih kebutuhan masyarakatnya. Sekarang di wilayah Tasik,” jelasnya.

    Dengan mempelajari kebutuhan masyarakat, kata dia, ia akan bisa memahami keinginan masyarakat. Jika pemimpin sudah bisa menyelami kebutuhan daerah yang dipimpinnya secara baik, maka pemimpin tersebut akan memimpin dengan baik.

    Baca pula:

    Pilgub Jawa Barat, Zulkifli Hasan Beri Sinyal Dukung Dedi Mulyadi

    “Tetapi kalau pemimpin tidak bisa memahami kebutuhan publiknya, tiba-tiba ingin jadi pemimpin, nanti kepemimpinannya tidak sesuai dengan harapan,” kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini.

    Dedi Mulyadi mengatakan, sebelum jadi Bupati Purwakarta, dirinya lima tahun menghabiskan waktu berkeliling untuk menyelami keinginan masyarakat Purwakarta. Sehingga saat menjadi bupati, dia bisa cepat mengaplikasikn seluruh keinginan itu dalam kebijakan yang tepat.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.