Quick Count Disiapkan Untuk Pemilihan Kepala Daerah Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Lembaga swadaya Jurdil Aceh, sebuah jaringan organisasi masyarakat sipil Aceh, menyiapkan pemantauan secara independen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 11 Desember 2006 mendatang dengan metode Quick Count.Metode penghitungan cepat yang diakui secara internasional itu, diyakini akan membantu penghitungan suara di sana. "Dalam waktu kurang dari 24 jam, Jurdil Aceh akan mengumumkan hasil laporan Quick Count terhadap proses pemungutan dan penghitungan suara," kata juru bicara Jurdil Aceh, Teuku Ardiansyah, Selasa.Menurutnya, Quick Count berupaya memberikan verifikasi independen terhadap hasil penghitungan resmi yang dilakukan Komisi Independen Pemilihan pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Metode itu juga untuk mengevaluasi kualitas proses pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS). Dia menyebutkan, tidak ada metode pemantauan lain yang secepat dan seakurat Quick Count. Ardiansyah menambahkan, metode ini telah terbukti efektif baik di tingkat internasional maupun di Indonesia pada Pemilu 2004 dan pilkada di sejumlah daerah seperti di Kutai Kartanegara dan Sulawesi Utara. Quick Count diharapkan dapat mengidentifikasi penyimpangan, mencegah kecurangan, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pemilihan.Jurdil Aceh menurunkan lebih dari 800 relawannya guna mengambil data langsung pada 400 TPS di seluruh Aceh, yang dipilih secara acak.Jurdil Aceh merupakan sebuah jaringan empat organisasi yaitu Aceh Development Fund (ADF), Community for Aceh Resources Development (e-Card), Forum LSM Aceh, dan Katahati Institute. Jurdil Aceh mendapatkan bantuan teknis dari The National Democratic Institute for International Affairs (NDI). Pada pilkada Aceh ini, Jurdil Aceh juga telah melakukan program audit daftar pemilih. Adi Warsidi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.