Cek Jalur Mudik Lebaran, Budi Karya: Hindarkan Macet di Brexit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. ANTARA

    Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. ANTARA

    TEMPO.CO, Brebes - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkunjung ke pintu keluar Tol Brebes Timur, yang dikenal dengan julukan Brexit, mengecek jalur mudik untuk kesiapan arus Lebaran 2017.

    Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan arus mudik lebaran nanti berlangsung aman dan lancar. Dalam kesempatan itu, Budhi menekankan agar peristiwa kemacetan seperti tahun 2016 bisa dihindari.

    Baca : Sambut Ramadan dan Lebaran, Ada SPBU Kantong di Area Gunung Kidul

    Kementerian, kata dia, sudah berkoordinasi engan pihak pertamina untuk mengantisipasi kelangkaan BBM saat arus mudik. “Selain dengan Polri kami juga berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi peristiwa seperti tahun lalu,” ujar dia.

    Seperti diketahui, peristiwa macet di Brexit pada mudik lebaran tahun lalu menyita perhatian masyarakat luas. Saat itu, gara-gara macet yang sampai berhari-hari belasan orang diketahui meninggal dunia.

    Budi menambahkan, untuk mengantisipasi kejadian itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. “Nanti juga ada rest area untuk mengantisipasi itu,” kata dia.

    Sebelum ke Brexit, rombongan lebih dulu meninjau Tol Pejagan dan proyek Flyover Dermoleng, Ketanggungan, Brebes.

    Simak juga : Mudik 2017, Menhub Kunjungi Lokasi Brexit Minggu Ini

    Budi memastikan pada mudik bulan depan, tol bisa digunakan secara fungsional dari Brebes hingga Weleri Kendal, Jawa Tengah. Jalan tol yang dibangun darurat tersebut hanya diperuntukan bagi kendaraan kecil yang jumlahnya diperkirakan mencapai 60 persen. “Kendaraan kecil bisa lewat tol sampai Weleri,” ungkap dia.

    Sedangkan kendaraan besar akan dialihkan ke Jalur Pantura dan Jalur Selatan. Kendaraan besar dilarang lewat tol darurat karena dikhawatirkan akan merusak jalan yang tebalnya hanya 10 sentimeter. Dia berharap arus mudik Lebaran 2017 bisa berjalan aman dan lancar.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.