Dua Pencetak Uang Palsu Rp 3,9 Juta Dibekuk Setelah Bersenang-senang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Tangkap Penipu Uang Palsu Usai Beraksi. TEMPO/Budi Purwanto

    Polisi Tangkap Penipu Uang Palsu Usai Beraksi. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Pekanbaru – Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, meringkus dua pelaku pembuat uang palsu di Hotel Lido, Kamar 202, Jalan Nangka, Pekanbaru. Polisi menyita uang palsu sebanyak Rp 3,9 juta serta sejumlah barang bukti berupa alat cetak lainnya.

    Uang palsu yang diamankan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu,” kata Kepala Subbagian Humas Polresta Pekanbaru Inspektur Dua Dodi Vivino, Kamis, 18 Mei 2017. Kedua pelaku adalah Rizki Alhamdi, 23 tahun, warga Pekanbaru; dan Siswanto, 46 tahun, warga Rokan Hilir.

    Baca juga:
    Uang Baru, BI: Belum Ada Laporan Uang Palsu

    Dodi menjelaskan, kasus peredaran dan pembuatan uang palsu itu terungkap berdasarkan kecurigaan seorang pemilik kafe minuman, Leo Simbolon, 23 tahun. Kedua tersangka memesan minuman serta dua cewek pendamping di kafe tersebut. Setelah bersenang-senang selama beberapa jam, keduanya lalu membayar belanjaan menggunakan uang palsu sebanyak Rp 1.050.000. “Setelah membayar keduanya langsung pergi,” ujarnya.

    Namun korban Leo Simbolon merasa curiga dengan kondisi fisik uang yang diterimanya tidak seperti biasa. Setelah memastikan uang tersebut palsu, korban langsung memanggil keduanya yang sedang bergegas menaiki mobil lalu pergi. “Melihat tersangka lari, korban langsung mengejar tersangka dibantu warga lainnya,” tuturnya.

    Baca pula:
    Terlalu, Ada Pembayar Raskin Pakai Uang Palsu
    Bayar Penginapan Pakai Uang Palsu, 2 Pelaut Ditangkap

    Mobil yang dikemudikan pelaku kemudian rusak dan mogok di Jalan Jenderal Sudirman. Keduanya tidak dapat mengelak saat diamankan korban dan warga lainnya. “Keduanya lalu diserahkan kepada polisi,” ucap Dodi.

    Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah mobil milik pelaku. Di dalam mobil, kata Dodi, polisi kembali menemukan uang palsu sebanyak Rp 2,9 juta yang belum sempat diedarkan pelaku. Kepada polisi, pelaku akhirnya mengaku memiliki mesin pencetak uang yang disimpan di Hotel Lido, Jalan Nangka, Pekanbaru.

    ”Saat ini kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Payung Sekaki untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

    RIYAN NOFITRA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.