Menteri Luhut Anggap Forum BRI Lebih Baik dari APEC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luhut Binsar Panjaitan berbicara melalui telepon saat coffee morning di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Luhut Binsar Panjaitan berbicara melalui telepon saat coffee morning di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Beijing - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan forum Prakarsa Sabuk dan Jalansutra atau Belt and Road Initiative (BRI) membicarakan skema kerjasama antarbadan usaha dan pinjaman kepada pemerintah. Menurut Luhut, pembahasan di forum itu lebih baik dari forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). "Karena mereka (Forum BRI) membicarakan hal-hal konkret," kata Luhut dalam keterangan tertulis dari Humas Kemenko Kemaritiman, Selasa, 16 Mei 2017. 

    Luhut mengatakan, Cina memiliki dana US$ 3 triliun. Jika negara itu menggunakan US$ 1 triliun saja, bisa untuk membangun perekonomian baru di berbagai negara. Namun Luhut menegaskan, pemerintah RI tetap waspada dan tak akan menjadikan investasi yang ada menjadi pinjaman. “Karena kita ingin mempertahankan posisi utang kita kurang dari 30 persen dari GDP (Gross Domestic Product).”

    Baca: Presiden Jokowi Hadiri Pembukaan Belt and Road Forum di Beijing

    Dalam Forum BRI, ujar Luhur, pemerintah hanya memfasilitasi dan memberi kemudahan kedua belah pihak untuk bekerjasama, serta memberi insentif seperti tax holiday. Dana investasi dari Cina itu menurut dia didapat juga oleh banyak negara lain. "Yang sudah dapat misalnya Saudi Arabia. Mereka membeli sebagian Saudi Aramco. Pakistan mendapat hingga US$ 62 miliar, Malaysia dapat lebih dari US$ 30 miliar, Filipina juga mendapat lebih dari US$ 20 miliar," katanya.

    Pemerintah Cina pun merespon baik paket yang ditawarkan Indonesia. Proyek itu ditawarkan dalam pertemuan bilateral. “Proyek yang direspon dengan sangat baik seperti proyek terintegrasi di Bitung, kemudian di Sumatera Utara yang juga merupakan proyek terintegrasi. Lalu ada juga proyek listrik dan pembangunan kawasan industri di Kalimantan Utara.”

    Presiden Joko Widodo, kata dia, sudah menginstruksikan penyiapan proyek-proyek tersebut. “Waktu pamit kepada Presiden Xi Jinping kemarin, Presiden Joko Widodo mengatakan mungkin bulan depan akan mengirim tim dari Indonesia untuk menindaklanjutinya," jawabnya. Keikutsertaan Indonesia di Forum BRI akan diumumkan dalam waktu dekat. "Kita tunggu saja keterangan resmi dari Presiden."

    Forum BRI yang digelar pada 14-15 Mei 2017 di Beijing itu dihadiri sedikitnya 29 kepala negara dan pemerintahan, serta pimpinan organisasi internasional. Mereka berkumpul untuk membahas sinergi kebijakan, hubungan antarmasyarakat, serta infrastruktur.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.