Jokowi Janji Bangun Bandara di Pulau Halmahera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) mendengarkan pemaparan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) sebelum

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) mendengarkan pemaparan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) sebelum "ground breaking" pembangunan kereta api bandara di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 8 April 2017. Pembangunan ini untuk mewujudkan integrasi antarmoda angkutan publik. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menjanjikan membangun bandara di Pulau Halmahera, Maluku Utara. "Tadi saya juga bisik-bisik ke Menhub di Halmahera buruh bandara yang representatif. Ya, sudah Halmahera bangun lagi bandara," kata Presiden  Jokowi saat meresmikan Pelabuhan Laut Tapaleo, Pelabuhan Laut Wayabuka dan Pelabuhan Bicoli di Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Senin, 8 Mei 2017. 

    Presiden berharap dengan dibangunnya bandara di Halmahera, jika ke Maluku Utara tidak hanya bisa turun di Ternate saja namun bisa ada pilihan lainnya. "Jadi kalau nantinya mau ke Malut lagi, turunnya tidak di Ternate dan bisa di sini. Bisa saja di Patani atau di tempat lain," kata Jokowi.

    Terkait lokasi, Jokowi minta gubernur dan bupati secepatnya berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar ada mobilitas barang dan orang itu segera dikerjakan.  "Jadi lobinya ke Pak Menhub. Bisik-bisik ke Pak Menhub di sini saja, di sini saja, bukan ke saya. Saya hanya putuskan di sini harus ada bandara seperti di Ternate," katanya.

    Warga Desa Batu Dua, Kecamatan Patani Utara, Basir Salasa, saat berbincang dengan Presiden berharap pembangunan bandara ini terwujud.  "Sudah hampir satu abad merdeka, hanya laut pak. Kami butuh jalan, bandara. Sudah tidak kuat lagi," kata Basir.

    Basir juga mengungkapkan pada 2005 sudah direncanakan dan lokasinya sudah digusur namun tidak jadi dan ditinggalkan begitu saja sehingga saat ini kembali jadi hutan belantara lagi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.