Kalla Akan Buka Rakernas Perguruan Tinggi Islam Swasta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi pernyataan usai berjalan di overpass Pelangi Antapani, Bandung, Jawa Barat, 24 Januari 2017. Jembatan ini akan menjadi model terkini pembangunan jembatan di Indonesia termasuk pembuatan fly over di atas lintasan kereta api sebidang. TEMPO/Prima Mulia

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi pernyataan usai berjalan di overpass Pelangi Antapani, Bandung, Jawa Barat, 24 Januari 2017. Jembatan ini akan menjadi model terkini pembangunan jembatan di Indonesia termasuk pembuatan fly over di atas lintasan kereta api sebidang. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla akan membuka rapat kerja nasional Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS PTIS), Rabu, 26 April 2017. Pembukaan acara akan dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

    "Wapres juga akan membuka seminar lokakarya internasional di  universitas tersebut," kata juru bicara Wakil Presiden, Husain Abdullah, dalam keterangan persnya, Rabu, 26 April 2017.

    Baca: SBMPTN, Survei Tempo Ihwal 12 Fakultas Favorit PTN dan PTS

    Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut audiensi Ketua Umum BKS PTIS, Masrurah Mokhtar, ke Wapres pada awal April lalu. Dalam audiensi yang dilakukan di kantor Wapres, Masrurah meminta kehadiran Wapres untuk membuka Rakernas di
    Palangkaraya.

    Menurut Masrurah, yang juga Rektor Universitas Muslim Indonesia, agenda tahunan yang digelar pada 25-27 April 2017 itu bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan PTIS se-Indonesia. "Dalam komitmen bersama guna merumuskan langkah-langkah
    strategis menuju perguruan tinggi Islam berstandar internasional," kata Masrurah saat itu.

    Kalla mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dia berpesan agar forum ini dapat mendiskusikan setiap permasalahan internal yang dihadapi para anggotanya, serta dapat saling mendukung agar dapat mudah mengatasi masalah tersebut.

    “Pemerintah akan mendukung perguruan tinggi swasta, tapi kekompakan di dalam harus dapat dijaga guna menjaga mutu dan kualitas perguruan tinggi tersebut,” kata Kalla.

    Selain itu, Kalla berpesan agar perguruan-perguruan tinggi sekarang dapat berfikir secara maju, di mana era social entrepreneur sudah berkembang di dunia perguruan tinggi. Selain melakukan kerja sosial, perguruan tinggi juga harus
    memikirkan bagaimana mengembangkan pendidikan secara bisnis atau industri di bidang pendidikan bahkan secara korporasi.

    “Di Jakarta ini yang laku adalah perguruan tinggi yang mengembangkan metoda entrepreneurship, mengelolanya secara sekolah-sekolah asing yang lebih bersaing di dunia,” kata Kalla.

    Simak: SBMPTN, 10 Perguruan Tinggi Top: ITB Peringkat 1 UGM Nomor 2

    Peserta rapat kerja nasional rencananya akan dihadiri  Ketua Dewan Penasihat, Menristekdikti, Mendikbud, Menteri Agama, Pengurus BKS-PTIS se-Indonesia, 450 Pimpinan PTIS se-Indonesia, pelaksana akreditasi PTIS se-Indonesia, pimpinan
    penyelenggara PTIS se-Indonesia, dan perwakilan dosen dan mahasiswa PTIS se-Indonesia.

    Sementara itu, pada seminar yang mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Perguruan Tinggi Islam Swasta Menuju Berdaya Saing Global”, selain dihadiri undangan tersebut diatas, akan dihadiri juga oleh pimpinan perguruan tinggi luar negeri dari
    Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina dan Timor Leste.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.