3 Wejangan Wapres JK ke Sandiaga Uno di Kongres Ekonomi MUI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan terkait hasil quick count Pilkada DKI putaran kedua di pendopo rumah dinas Wapres, 17 April 2017. Tempo/Amirullah

    Wapres Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan terkait hasil quick count Pilkada DKI putaran kedua di pendopo rumah dinas Wapres, 17 April 2017. Tempo/Amirullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehadiran Sandiaga Uno di acara penutupan Kongres Ekonomu Umat Majelis Ulama Indonesia 2017 dimanfaatkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain menyampaikan ucapan selamat kepada calon Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, JK juga menyempatkan diri untuk memberi pujian dan wejangan ke dia.

    "Sebelumnya, saya ucapkan selamat datang dulu kepada Sandi," ujar Wapres JK yang langsung disambut tepuk tangan oleh peserta konggres di Hotel Sahid, Jakarta, Senin, 24 April 2017.

    Salah satu pujian yang diberikan JK kepada Sandi adalah menyebutnya sebagai pengusaha yang tidak malas. Menurutnya, Sandi adalah contoh pengusaha yang tak kenal menyerah dan mengeluh karenarajin blusukan ke tiap sudut kota Jakarta selama Pilkada DKI Jakarta 2017. Padahal, sebelum pemilu, Sandi tak dijagokan untuk menang.

    Baca: HIPMI Syukuran, Sandiaga Bicarakan Program Rumah DP Nol Rupiah

    "Dia masuk lorong-lorong untuk bisa menang. Alhamdullilah, hasilnya ada (menang hitung cepat)," ujar Jusuf Kalla yang disambut tawa oleh peserta Konggres.

    Sementara itu, wejangan atau pesan yang diberikan JK kepada Sandi adalah terkait kesenjangan ekonomi di Jakarta. Menurutnya, salah satu tugas Sandi bersama pasangannya, calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, adalah memastikan kesenjangan ekonomi tidak makin lebar di Jakarta.

    JK berkata, Jakarta adalah salah satu contoh kota di Asia yang perbedaan warga miskin dan kaya-nya begitu jelas. Dengan kata lain, yang kaya benar-benar keliatan kaya, yang miskin benar-benar terlihat miskin. Kota lain yang seperti Jakarta, kata JK, adalah Manila di Philipina dan Calcuta di India.

    Baca: Bakal Jadi Wakil Gubernur DKI, Sandiaga: Istri Kurangi Belanja

    "Itu tugasnya Sandi (untuk mencari solusinya). Dia sudah angguk-angguk (mengiyakan) itu," ujar JK.

    Pesan terakhir JK kepada Sandi adalah terkait redistribusi aset. Ia menyampaikan, apabila nantinya Sandi menerapkan kebijakan redistribusi aset di Jakarta untuk meratakan perekonomian warga, maka jangan sampai aset diterima oleh pihak yang salah. Sebab, pengalaman di tahun 90an membuktikan bahwa banyak aset tidak dikelola oleh orang yang pas pasca krisis 98.

    "Akhirnya aset malah dikelola yang punya uang saja, ke pengusaha besar lagi. Redistribusi aset itu kan harusnya ke umat. Sandi pasti tahu itu," ujar JK mengakhiri.

    ISTMAN MP

    Baca: Peringati Isra Miraj, Anies: Menang karena Doa Orang Ikhlas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.